Minggu, 3 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Bom Pulau Penting bagi Minyak Iran, Trump Ancam Target Lain jika Kapal di Selat Hormuz Diganggu

AS disebut menghancurkan fasilitas militer di sebuah pulau yang vital bagi jaringan minyak Iran, Trump juga beri peringatan.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Editor: Febri Prasetyo
HO/IST/VCG/Global Times
SELAT HORMUZ - Sebuah kapal komersial berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2 Maret 2026, di tengah ancaman Iran akan membakar kapal yang nekat melintas di Selat Hormuz. AS disebut menghancurkan fasilitas militer di sebuah pulau yang vital bagi jaringan minyak Iran, Trump juga beri peringatan. 

Ringkasan Berita:
  • Trump mengatakan pasukan AS pada Jumat (13/3/2026) waktu setempat, "menghancurkan" target di Pulau Kharg Iran.
  • Ketua Parlemen Iran telah memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan memicu tingkat pembalasan yang baru.
  • Iran terus melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak secara luas terhadap Israel dan negara-negara Teluk tetangga, dan secara efektif menutup Selat Hormuz.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS menghancurkan fasilitas militer di sebuah pulau yang vital bagi jaringan minyak Iran.

Trump juga memperingatkan bahwa infrastruktur minyaknya bisa menjadi target selanjutnya jika Iran terus mengganggu lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.

Trump mengatakan pasukan AS pada Jumat (13/3/2026) waktu setempat "menghancurkan" target di Pulau Kharg Iran, yang merupakan lokasi terminal utama yang menangani ekspor minyak negara itu.

Diberitakan AP News, Ketua Parlemen Iran telah memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan memicu tingkat pembalasan yang baru.

Sementara itu, seorang pejabat Amerika mengatakan 2.500 Marinir tambahan dan sebuah kapal serbu amfibi dikirim ke Timur Tengah hampir dua minggu setelah perang dengan Republik Islam dimulai.

Iran terus melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak secara luas terhadap Israel dan negara-negara Teluk tetangga, dan secara efektif menutup Selat Hormuz, yang dilalui seperlima dari perdagangan minyak dunia, bahkan ketika pesawat tempur AS dan Israel membombardir target militer dan target lainnya di seluruh Iran.

Trump Klaim Iran Benar-benar Kalah

Donald Trump mengatakan Iran telah "benar-benar dikalahkan" dalam kampanye militer AS-Israel melawan negara itu dan menginginkan kesepakatan yang tidak akan dia terima, meskipun para pejabat Iran berjanji untuk melanjutkan pertempuran.

“Media Berita Palsu benci melaporkan betapa baiknya kinerja Militer Amerika Serikat melawan Iran, yang benar-benar dikalahkan dan menginginkan kesepakatan – Tetapi bukan kesepakatan yang akan saya terima!” tulis Trump di platform Truth Social miliknya, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Jumat.

Komentar Trump muncul setelah ia mengatakan bahwa Washington telah membombardir secara besar-besaran target militer di pusat minyak Iran, Pulau Kharg, dan Angkatan Laut AS akan segera mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Namun, seiring berlanjutnya serangan AS terhadap Iran, Teheran melancarkan gelombang baru serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap Israel dan negara-negara tetangganya di Teluk.

Sementara itu, beberapa pejabat tinggi Iran bergabung dalam unjuk rasa pro-pemerintah yang menantang di Teheran pada hari Jumat, berbaris bersama para demonstran yang mengibarkan spanduk bertuliskan "Matilah Amerika" dan "Matilah Israel."

Baca juga: Pasar Energi Bergejolak Imbas Perang Israel-AS Vs Iran, Kanada Ikut Lepas Cadangan Minyak Global

Diplomat tertinggi Iran mengatakan pekan ini bahwa pembicaraan tetap tidak mungkin dilakukan dan serangan akan terus berlanjut selama diperlukan.

“Saya rasa berbicara dengan Amerika tidak akan lagi ada dalam agenda kami,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada PBS News pekan ini, seraya menambahkan bahwa Teheran memiliki “pengalaman yang sangat pahit” selama negosiasi sebelumnya dengan AS.

Rudal Hantam Kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad

Sebuah rudal menghantam landasan helikopter di dalam kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad, kata dua pejabat keamanan Irak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved