Iran Vs Amerika Memanas
Benarkah Militer Iran Benar-benar 'Hancur Lebur'? Laporan Intelijen AS Tunjukkan Sebaliknya
Berbeda dari klaim Trump, laporan intelijen AS diklaim menyebut Iran masih memiliki setengah dari total peluncur rudal dan ribuan drone yang utuh.
Benarkah Militer Iran Benar-benar 'Hancur Lebur'? Laporan Intelijen AS Tunjukkan Sebaliknya
Ringkasan Berita:
- Intelijen AS dilaporkan menunjukkan bahwa Iran masih memiliki setengah dari peluncur rudalnya dan ribuan drone.
- Hal ini bertentangan dengan klaim Presiden AS Donald Trump.
- Perbedaan data dan klaim di AS ini seiring terus meningkatnya ketegangan di Asia Barat dalam perang AS-Israel melawan Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Laporan intelijen AS baru-baru ini menunjukkan kalau sekitar setengah dari peluncur rudal Iran dan ribuan drone serang satu arah (kamikaze) masih utuh.
Kekuatan militer Iran tersebut diklaim masih kuat meski serangan Amerika Serikat (AS) AS dan Israel terhadap Republik Iran selama lima minggu terakhir terjadi dalam intensitas tinggi.
Baca juga: AS Kian Getol Mengebom: Komandan Unit Fatehin IRGC Iran Tewas, Mantan Menlu Luka-luka
Laporan ini muncul di tengah klaim berulang oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan kalau kemampuan menyerang Teheran telah berkurang secara signifikan akibat serangan AS-Israel, yang dimulai pada 28 Februari.
Hal ini terjadi ketika peperangan di Asia Barat terus meningkat, di mana serangan yang dilancarkan kedua kubu kini menargetkan infrastruktur sipil.
Menurut laporan CNN, yang mengutip orang-orang yang mengetahui informasi tersebut, penilaian intelijen AS mungkin mencakup peluncur yang masih tidak dapat diakses, seperti yang terkubur di bawah tanah akibat serangan tetapi belum hancur.
“Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah,” kata salah satu sumber tentang Iran.
Intelijen tersebut juga menunjukkan kalau sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran masih utuh.
Rudal-rudal ini diyakini memungkinkan Iran untuk mempertahankan ancamannya terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz yang strategis.
Meskipun AS belum memfokuskan serangan udaranya pada aset militer pantai, mereka telah menargetkan kapal-kapal.
Laporan intelijen tersebut bertentangan dengan pernyataan yang dibuat oleh Trump, yang mengatakan bahwa Iran "sedang dihancurkan".
Dalam pidatonya kepada bangsa pada Rabu (1 April 2026), presiden AS mengatakan kalau "kemampuan Teheran untuk meluncurkan rudal dan drone sangat terbatas, dan pabrik senjata serta peluncur roket mereka hancur berkeping-keping, hanya sedikit yang tersisa."
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa militer Amerika telah menyerang lebih dari 12.300 target di dalam Iran hingga Rabu.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengklaim bahwa serangan Iran telah menurun sebesar 90 persen, tanpa memberikan rincian tentang apa yang telah dihancurkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hujan-rudal-iran.jpg)