Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Ngamuk, Ancam Hancurkan Aset Minyak AS usai Pulau Kharg Dibom

Iran murka usai AS menyerang Pulau Kharg Teheran ancam targetkan aset minyak AS. Serangan di pusat ekspor minyak Iran picu ketegangan baru di Timteng

Tayang:
Editor: Nuryanti

Kedalaman laut tersebut memungkinkan kapal tanker berukuran sangat besar berlabuh dengan aman untuk memuat minyak mentah sebelum dikirim ke berbagai negara tujuan, terutama ke pasar Asia seperti China.

Karena nilai strategisnya bagi perekonomian nasional, keamanan Pulau Kharg dijaga sangat ketat oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Pasukan elite Iran tersebut bertanggung jawab mengamankan berbagai instalasi vital, termasuk terminal ekspor minyak, pelabuhan tanker, serta fasilitas pendukung lainnya di pulau tersebut.

Akses menuju Pulau Kharg juga sangat terbatas. Hanya pihak-pihak yang memiliki izin keamanan resmi dari pemerintah Iran yang diperbolehkan masuk ke kawasan ini.

Sistem pengamanan yang ketat tersebut sekaligus membuat sebagian wilayah pulau tetap terjaga dari aktivitas manusia yang berlebihan sehingga kondisi ekologinya relatif masih alami.

Serangan militer Amerika Serikat ke Pulau Kharg dinilai berpotensi memperburuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan yang meningkat antara Iran dan Amerika Serikat dikhawatirkan tidak hanya memicu konflik militer lanjutan, tetapi juga berdampak pada stabilitas pasar energi global.

Para pengamat menilai bahwa setiap gangguan terhadap aktivitas ekspor minyak Iran, terutama di Pulau Kharg, dapat mempengaruhi pasokan energi dunia.

Situasi tersebut berpotensi semakin rumit jika Iran memutuskan mengambil langkah ekstrem, seperti menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia. Sebagian besar pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global melintasi jalur tersebut.

Karena itu, setiap eskalasi konflik di sekitar wilayah ini berpotensi mengguncang harga minyak dan memicu ketidakstabilan di pasar energi internasional.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved