Rabu, 3 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

IRGC Sebut Ada yang Tiru Drone Iran untuk Menyerang Arab Saudi, UEA, Kuwait hingga Turki

Drone tempur itu kemudian digunakan menyerang target di negara-negara tetangga Iran di kawasan Teluk.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
tangkapan layar
KONFLIK TIMUR TENGAH - Tangkap layar YouTube WION 3 Maret 2026, menampilkan kepulan asap akibat suatu ledakan di Arab Saudi. Terkini, ledakan drone menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh dan memicu kebakaran serta kerusakan kecil. 

Ringkasan Berita:
  • Media Iran sebut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menuduh ada yang sengaja meniru rudal Iran kemudian dipakai menyerang tetangga.
  • Tujuan utamanya adalah fitnah sekaligus menjebak Iran dan menabur perselisihan Iran dengan negara tetangga di Timur Tengah.
  • Sementara media Israel menegaskan alasan para negara tetangga tidak balas menyerang.

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui markas komando tempur terpadu Angkatan Bersenjata (KCHQ) Khatam al-Anbiya memperingatkan bahwa musuh-musuh Iran telah melakukan rencana jahat dengan meniru pesawat tak berawak Shahed buatan Iran.

Drone tempur itu kemudian digunakan menyerang target di negara-negara tetangga Iran di kawasan Teluk seperti Arab Saudi, Bahrain, UEA, Kuwait, Turki, Irak, dan Qatar.

Juru Bicara Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaqari, seperti dikutip dari media Iran Tasnim, Senin (16/3/2026), menjelaskan tujuan utamanya adalah fitnah sekaligus menjebak Iran dan menabur perselisihan Iran dengan negara tetangga di Timur Tengah.

"Mereka telah beralih ke tipu daya dan telah meniru drone Shahed-136 Iran, melancarkan serangan terhadap target yang tidak adil di negara-negara regional dengan nama baru drone 'Lucas'," demikian Ebrahim Zolfaqari memperingatkan semua negara tetangga Iran.

“Tujuan musuh adalah untuk menumbuhkan ketidakpercayaan dan tuduhan langsung terhadap Republik Islam Iran dan pada akhirnya menciptakan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangganya, sehingga melemahkan tindakan pertahanan yang sah dan legal dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” kata juru bicara tersebut dikutip dari media Iran Tasnim News.

Dia menegaskan negara tetangga Iran bahwa doktrin pertahanan Republik Islam Iran didasarkan pada prinsip-prinsip yang sepenuhnya legal dan memiliki landasan logis yang kuat untuk melawan agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis.

Dia sekali lagi menegaskan bahwa Iran hanya menyerang target dan pusat kepentingan AS dan Israel di Timur Tengah seperti pangkalan militer dan kedutaan besar. bukan  tempat lain.

"Dan setiap tempat yang menjadi sasaran Iran secara resmi akan diumumkan, kami mengambil tanggung jawab atas konsekuensinya,” tegasnya.

Juru bicara tersebut kemudian memberikan contoh "serangan jahat" terhadap pusat-pusat di negara-negara tetangga yang bersahabat seperti Turki, Kuwait, dan Irak, yang secara keliru dikaitkan dengan Angkatan Bersenjata Iran.

“Reaksi bijaksana para pejabat negara-negara tersebut terhadap tindakan-tindakan yang menipu dan jahat tersebut akan mematahkan konspirasi ini sejak dini. Jangan terperangkap dalam tipu daya   dan sikap yang memecah belah akan mendorong perluasan lebih lanjut dari rencana-rencana tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk saling percaya dan menjaga persatuan serta kerja sama agar musuh asing yang menyerang menyesali intrik-intriknya yang terus berlanjut,” kata Zolfaqari.

Terbaru, IRGC menyatakan bahwa Iran tidak ada hubungannya dengan serangan pesawat tak berawak baru-baru ini di Riyadh dan Provinsi Timur Arab Saudi.

Kantor Humas IRGC pada hari Minggu mengutip pengumuman Arab Saudi bahwa sepuluh drone telah menargetkan Riyadh dan Provinsi Timur, dan bahwa UAV tersebut telah dicegat oleh kerajaan.

IRGC menegaskan bahwa dugaan serangan tersebut tidak ada hubungannya dengan Republik Islam Iran, dan mendesak pemerintah Saudi untuk menyelidiki asal muasal serangan tersebut.

Mengapa Arab Saudi Cs Tidak Membalas Iran?

Media Israel The Jerusalem Post menegaskan rudal-rudal yang menyerang sejumlah negara di Timur Tengah berasal dari Iran.

Media itu menegaskan  lebih dari 2.000 rudal dan drone diluncurkan oleh Iran ke  negara-negara Teluk.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved