Senin, 4 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Bantah Serang Infrastruktur Minyak Arab Saudi, Tegaskan Fokus pada Target Militer AS-Israel

Duta Besar Iran untuk Arab Saudi bantah serangan minyak, fokus serang aset militer AS-Israel, hubungan regional tetap dijaga.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Duta Besar Iran bantah serang fasilitas minyak Arab Saudi, fokus ke target militer AS-Israel.
  • Kilang Ras Tanura sempat terhenti akibat puing drone, hubungan Iran-Saudi tetap dijaga.
  • Iran menyerukan kerja sama regional, menegaskan perang dipaksakan oleh AS dan Israel.

 

TRIBUNNEWS.COM - Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, menegaskan bahwa Teheran tidak bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di fasilitas minyak Arab Saudi.

Menurutnya, jika Iran memang melakukan serangan tersebut, pihaknya pasti mengumumkan secara resmi.

Enayati menekankan bahwa operasi militer Iran hanya menargetkan aset militer AS dan Israel, bukan infrastruktur minyak sipil.

Beberapa fasilitas minyak Arab Saudi terdampak, seperti kilang Ras Tanura, yang sempat menghentikan operasinya akibat puing-puing drone.

Upaya serangan juga dilaporkan terjadi di ladang minyak Shaybah, dekat perbatasan UEA.

Hingga kini, Kementerian Pertahanan Arab Saudi belum mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Hubungan Diplomatik Iran-Arab Saudi Tetap Stabil

Enayati menyatakan hubungan dengan pejabat Saudi “berkembang secara alami,” termasuk kesepakatan bahwa wilayah Arab Saudi tidak akan digunakan untuk menyerang Iran.

Iran dan Arab Saudi memulihkan hubungan diplomatik pada 2023 melalui mediasi China, membuka babak baru kerja sama meski masing-masing negara tetap mendukung kelompok berbeda di kawasan.

Menurut Enayati, konflik ini “dipaksakan” oleh AS dan Israel.

Ia menyerukan kerja sama lebih erat antara negara Teluk, serta Iran dan Irak, untuk menghadapi tekanan militer.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya tidak menargetkan warga sipil dan siap membentuk komite bersama negara tetangga untuk menyelidiki insiden ini.

Analis menyoroti bahwa strategi Iran kini lebih mengutamakan kemampuan menahan tekanan daripada jumlah senjata,

sementara frustrasi meningkat terhadap AS yang dianggap menyeret negara-negara Teluk ke konflik ini.

Baca juga: Ukraina Minta Uang dan Teknologi Sebagai Imbalan Bantu Negara Timur Tengah Lawan Drone Iran

Perkembangan Terkini Perang Iran

Dirangkum dari laporan terkini Al Jazera, Senin (16/3/2026), berikut ini perkembangan terkini perang Iran:

1. Saudi Cegat 37 Drone, Iran Bantah Terlibat

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved