Pekerja Asing Meningkat Pesat Bisa Memicu Tiga Tragedi Besar di Jepang
Penulis Jepang Masaki Kubota mengingatkan, kebijakan pekerja asing yang terlalu longgar bisa menahan kenaikan upah dan picu masalah HAM di masa depan
Namun Kubota menegaskan bahwa masalah ini bukan karena mereka orang asing, melainkan karena kemiskinan dan kondisi kerja yang buruk yang mendorong sebagian orang melakukan pelanggaran hukum.
Risiko menjadi masalah internasional di masa depan
Masalah ketiga adalah potensi munculnya kembali masalah hak asasi manusia yang dapat berkembang menjadi konflik internasional di masa depan.
Baca juga: Perkuat Ketahanan Energi Nasional, RI-Jepang Teken Kerja Sama Mineral Kritis dan Nuklir
Kubota mengingatkan bahwa Jepang pernah mengalami hal serupa pada masa era Meiji, ketika pekerja asing didatangkan untuk bekerja di tambang batu bara karena pekerja Jepang enggan melakukan pekerjaan berbahaya tersebut.
Dalam jangka panjang, perlakuan buruk terhadap pekerja asing pada masa itu kemudian memunculkan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, yang hingga kini masih menjadi isu dalam hubungan internasional.
Karena itu, jika pekerja asing di Jepang saat ini diperlakukan hanya sebagai “tenaga kerja murah”, masalah serupa dapat kembali muncul di masa depan.
Perlu kebijakan yang lebih manusiawi
Jepang saat ini menghadapi kekurangan tenaga kerja yang serius, sehingga penerimaan pekerja asing terus meningkat.
Namun para pengamat menilai kebijakan yang hanya memandang pekerja asing sebagai pengganti tenaga kerja murah dapat memperburuk masalah struktural dalam masyarakat.
Ke depan, Jepang dinilai perlu memperlakukan pekerja asing sebagai sumber daya manusia yang setara, serta membangun sistem yang memungkinkan mereka hidup dan bekerja bersama masyarakat Jepang secara adil.
Diskusi loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pekerjaasing121111.jpg)