Iran Vs Amerika Memanas
Uni Eropa Tolak Ajakan Trump Kirim Armada Militer ke Selat Hormuz
'Ini bukan perang kami, bukan kami yang memulainya. Kami menginginkan solusi diplomatik'
"Ini bukan perang kami, bukan kami yang memulainya. Kami menginginkan solusi diplomatik dan akhir yang cepat bagi konflik ini," terang Boris
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga menepis tekanan AS untuk bergabung dalam upaya militer di kawasan tersebut.
Ia menyatakan bahwa Inggris tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas dan menekankan bahwa pengerahan pasukan apa pun harus memiliki mandat hukum.
Sebelumnya, pada Senin, Trump mengeklaim bahwa "banyak negara" tengah bersiap membantu AS untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Namun, ia tidak menyebutkan nama negara-negara tersebut dengan alasan kekhawatiran bahwa mereka bisa menjadi target Iran.
Baca juga: Sebagian dari 5 Ribu Marinir AS Sudah Tiba di Timur Tengah, Operasi Darat Sisir Nuklir Iran?
Selat Hormuz telah menjadi pusat kekhawatiran pasar energi global sejak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan jalur tersebut bagi sebagian besar kapal di tengah serangan AS-Israel ke negara itu yang dimulai pada 28 Februari.
Sebelum perang pecah, sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat tersebut setiap harinya. Gangguan pada jalur ini telah menyebabkan harga minyak dunia melonjak.
Sejauh ini, serangan AS-Israel terhadap Iran telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Ali Khamenei yang sebelumnya menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Iran sendiri telah membalas dengan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
(Tribunnews.com/Bobby)