Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelenskyy: Ukraina Minta Iran Tak Bantu Rusia Sejak 2022
Zelenskyy mengatakan Iran telah membantu Rusia sejak 2022 dengan mengirim drone Shahed, yang kemudian dikembangkan oleh Rusia.
Zelenskyy percaya kemitraan Rusia dan Iran berkembang setelah Iran memasok drone ke Rusia, kemudian Rusia membantu Iran mengembangkan drone tersebut sebagai imbalannya.
Menurut laporan intelijen Ukraina, Iran tidak hanya mengirim drone, namun juga membantu Rusia memproduksi senjata dalam negeri, termasuk memberikan pengetahuan manufaktur.
“Mereka memberikan izin produksi,” katanya, seraya melanjutkan, “Dan mereka menciptakan serta membantu mereka membangun dua pabrik.”
Ukraina yakin Rusia sedang mengurangi produksi rudal sambil meningkatkan produksi drone secara drastis, termasuk drone dengan sistem yang lebih murah dan dapat dirancang untuk penyebaran massal.
“Rusia mulai bergerak. Mereka beralih dari jumlah rudal. Mereka mulai mengurangi produksi rudal dan meningkatkan jumlah, volume besar, drone yang berbeda, bukan hanya Shahed, sekarang drone lain, drone yang lebih murah,” kata Zelenskyy.
Zelenskyy yakin Rusia telah mengembangkan drone Shahed Iran, yang buktinya terlihat pada drone Shahed yang ditembak jatuh di salah satu negara Timur Tengah.
“Kami melihat beberapa detail dari salah satu Shahed, yang dihancurkan di salah satu negara Timur Tengah,” katanya.
“Kami melihat beberapa detail. Itu detail buatan Rusia. Kami mengetahuinya karena Iran tidak memproduksinya," lanjutnya.
Presiden tersebut menyimpulkan bahwa Rusia dianggap membantu Iran meningkatkan kemampuan drone yang digunakan di Timur Tengah.
Ukraina Siap Bantu Menangkis Serangan Iran
Presiden Ukraina berulang kali menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu negara-negara di Timur Tengah yang wilayahnya diserang Iran.
Negara-negara tersebut menampung pangkalan militer Amerika Serikat (AS), negara yang bersama Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu.
Iran membalas serangan AS dan Israel dengan menargetkan pangkalan militer keduanya di Timur Tengah.
“Kami siap. Saya sudah mengatakan bahwa kami akan mengirim tiga kelompok ahli militer kami," kata Zelenskyy.
“Sekarang, ada tiga kelompok di sana. Sekarang terserah negara-negara tersebut bagaimana melibatkan keahlian kami," ungkapnya.
Dia menekankan peran Ukraina murni bersifat defensif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKY-4523523.jpg)