Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Profil Gholamreza Soleimani, Komandan Basij Iran yang Tewas dalam Serangan AS–Israel

Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, kepala pasukan Basij Iran, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Sementara itu, Iran terus meningkatkan tekanan terhadap negara-negara tetangganya serta infrastruktur energi di kawasan tersebut.

Di Irak, dua drone ditembak jatuh oleh sistem pertahanan di Kedutaan Besar AS di Baghdad, sementara drone ketiga jatuh di dalam kompleks kedutaan.

Seorang jurnalis Associated Press di daerah tersebut melihat kebakaran besar yang tampaknya melahap sebuah bangunan di kompleks itu.

Di Uni Emirat Arab, sebuah fasilitas minyak di Fujairah terkena serangan. Seorang pria tewas di Abu Dhabi akibat puing-puing dari rudal yang dicegat. Ia menjadi orang kedelapan yang tewas di UEA sejak awal perang, kata pihak berwenang.

Arab Saudi mengatakan telah mencegat drone, sementara sistem pertahanan udara terdengar menargetkan tembakan yang datang di atas ibu kota Qatar, Doha.

Cengkeraman Iran atas Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, telah memicu kekhawatiran meningkat tentang potensi gangguan pasokan energi global.

Sejumlah kecil kapal masih melintasi selat tersebut, dan Iran mengatakan bahwa jalur air itu secara teknis tetap terbuka, meskipun tidak bagi Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka.

Sekitar 20 kapal dilaporkan telah diserang sejak perang dimulai.

Dengan naiknya harga minyak, Trump mengatakan bahwa ia telah meminta sekitar enam negara untuk mengirimkan kapal perang guna memastikan kapal-kapal dapat melewati selat tersebut.

Trump juga menyatakan kemarahannya pada Selasa karena AS tidak mendapatkan dukungan yang cukup, meskipun menurutnya hampir setiap negara setuju dengan tindakan yang dilakukan AS dan bahwa Iran tidak boleh diizinkan memperoleh senjata nuklir.

Diplomat tertinggi Uni Eropa mengatakan bahwa blok yang terdiri dari 27 negara tersebut tidak ingin terseret ke dalam konflik dengan Iran.

"Ini bukan perang Eropa," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, kepada anggota parlemen Uni Eropa pada Selasa.

"Kami tidak dimintai pendapat."

Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya juga menegaskan bahwa Prancis siap membantu mengamankan selat tersebut, tetapi hanya setelah pemboman besar-besaran berhenti.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved