Iran Vs Amerika Memanas
Bertemu Megawati, Dubes Dagmar Gonzalez Paparkan Kondisi Perekonomian Kuba Akibat Tekanan AS
Dubes Kuba memaparkan kondisi kesulitan kehidupan perekonomian akibat tekanan Amerika Serikat (AS) yang berniat menguasai Kuba.
Ringkasan Berita:
- Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau memaparkan kondisi kesulitan kehidupan perekonomian akibat tekanan Amerika Serikat (AS) yang berniat menguasai Kuba.
- Dubes Kuba menyinggung krisis energi dan listrik yang parah, dengan dampaknya ke sektor pariwisata yang menjadi andalan perekonomian Kuba.
- Langkah-langkah tambahan AS yang membatasi ruang gerak pengiriman bahan bakar dan jalur pelayaran meningkatkan tekanan pada perekonomian Kuba.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau memaparkan kondisi kesulitan kehidupan perekonomian akibat tekanan Amerika Serikat (AS) yang berniat menguasai Kuba.
Dagmar Gonzalez juga menyampaikan pentingnya kerja sama Pemerintah Kuba dengan Kementerian Kesehatan RI; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; hingga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Baca juga: Perang Iran Belum Kelar, Invasi AS Menghantui Kuba, Aktivitas Militer Meningkat
Hal ini disampaikan Dubes Kuba Dagmar Gonzalez Grau saat berdialog dengan Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah dan Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP, Hanjaya Setiawan.
Dalam pertemuan itu, Hasto menjelaskan, selain kerja sama dengan BRIN di bidang kesehatan, khususnya mengembangan obat kanker dan juga vaksin halal serta obat-obatan juga mendorong terwujudnya kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, mereka juga berharap bisa kerja sama dengan beberapa rumah sakit seperti RS Harapan Kita dan RS Pusat Otak Nasional (RS PON).
"Kepada Dubes Kuba, Ibu Megawati mengatakan kesehatan penting sekali untuk rakyat sehingga ketika saat menjabat presiden berinisiatif membangun RS PON," jelas Hasto.
Saat pertemuan, Megawati juga sempat menyinggung kunjungannya ke Kuba pada tahun 2011, lalu.
"Ibu Mega bernostalgia ketika berkunjung ke Kuba melihat secara langsung pabrik cerutu. Ternyata ada insentif bagi pekerja yang bisa mencapai target, kemudian ketika ada produksi lebih dari target maka kelebihan itu menjadi hak pekerja tersebut," kata Hasto.
Dubes Grau juga menjelaskan Kuba memiliki program khusus pemberantasan buta huruf, teknologi terapan hingga spesialis.
Program pemberantasan buta huruf sangat efektif dan sudah diterapkan di 30 negara dan menjangkau 10 juta orang.
Selain itu, saat pertemuan, Dubes Kuba memaparkan kesulitan kehidupan perekonomian akibat tekanan Amerika Serikat yang berniat menguasai Kuba.
Banyak analis menggambarkannya sebagai krisis ekonomi terburuk di negara itu sejak ‘Periode Khusus’ tahun 1990-an setelah runtuhnya Uni Soviet.
Dubes Kuba menyinggung krisis energi dan listrik yang parah, dengan dampaknya ke sektor pariwisata yang menjadi andalan perekonomian Kuba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Megawati-dan-Dubes-Kuba_1.jpg)