Iran Vs Amerika Memanas
Ledakan dan Serangan Drone Guncang Baghdad, Dekat Kedutaan Besar AS, Tidak Ada Korban Jiwa
Serangkaian ledakan dan serangan drone mengguncang Baghdad dekat Kedutaan Besar AS, menandai meningkatnya eskalasi konflik regional.
Ringkasan Berita:
- Ledakan dan serangan drone mengguncang Baghdad di dekat Kedutaan Besar AS.
- Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik AS-Israel melawan Iran.
- Ketegangan regional memicu siklus kekerasan baru di Irak.
TRIBUNNEWS.COM - Baghdad diguncang serangkaian ledakan dan serangan pesawat nirawak di sekitar kompleks diplomatik Amerika Serikat di kawasan Zona Hijau yang dijaga ketat, Selasa (17/3/2026) malam.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa sistem pertahanan udara di kompleks Kedutaan Besar AS diaktifkan setelah aktivitas drone terdeteksi di wilayah tersebut.
Dua drone berhasil dicegat, sementara satu lainnya dilaporkan hilang dari radar.
Sumber keamanan yang dikutip Reuters menyebutkan setidaknya tiga drone bermuatan bahan peledak menargetkan fasilitas diplomatik AS di dekat Bandara Internasional Baghdad.
Sistem pertahanan udara C-RAM diaktifkan untuk merespons ancaman tersebut.
Ledakan keras dilaporkan menyebabkan kerusakan pada bangunan di sejumlah distrik, termasuk kompleks universitas di kawasan al-Dura.
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di dekat Bank Sentral Irak di distrik al-Jadriyah setelah puing-puing benda terbang jatuh di area tersebut.
Tidak Ada Laporan Korban Jiwa, Ketegangan Tetap Tinggi
Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi resmi mengenai korban jiwa.
Baca juga: 6 Awak Pesawat Angkatan Udara AS Tewas di Irak, Diduga Ditembak Jatuh Rudal Sekutu Iran
Namun, serangan tersebut menandai meningkatnya siklus kekerasan antara pasukan AS dan kelompok bersenjata Irak yang bersekutu dengan Teheran.
Insiden itu terjadi sehari setelah serangan udara menewaskan sedikitnya empat orang di sebuah fasilitas yang digunakan oleh Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), kelompok paramiliter Syiah yang telah terintegrasi dalam struktur keamanan negara Irak sejak dibentuk pada 2014.
Serangan Meluas ke Wilayah Kurdi dan Pangkalan AS
Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan serangan drone juga menargetkan wilayah Erbil, ibu kota kawasan Kurdi semi-otonom Irak.
Kompleks Kedutaan AS dilaporkan kembali menjadi sasaran beberapa jam setelah serangan awal, memicu kebakaran di sekitar area diplomatik.
Sebuah kelompok yang menamakan diri “Perlawanan Islam di Irak” mengklaim telah melancarkan puluhan serangan roket dan drone terhadap pangkalan militer AS di Irak dan kawasan sekitarnya dalam satu hari.
Baca juga: Bek Persib Masuk Rencana Graham Arnold, Irak Jalani Laga Penentu ke Piala Dunia 2026 di Meksiko
Stabilitas Global Terdampak
Serangan di Irak terjadi di tengah operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai sejak akhir Februari.
Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan aset militer AS di sejumlah negara Timur Tengah, memicu kekhawatiran atas potensi perluasan konflik.
Pengamat menilai eskalasi kekerasan di Irak berisiko memperburuk stabilitas keamanan kawasan, meningkatkan volatilitas pasar energi global, serta mengganggu jalur penerbangan internasional.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)