Kamis, 21 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Sebut AS dan Qatar Tak Dilibatkan Israel di Serangan Ladang Gas Iran

Trump mengonfirmasi bahwa Israel adalah satu-satunya pihak yang memprakarsai serangan ke Ladang Gas Iran

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie

Ringkasan Berita:
  • Trump mengklaim Israel secara sepihak menyerang fasilitas gas terbesar dunia di South Pars, Iran pada 18 Maret 2026
  • Serangan tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 100 dolar AS per barel (sekitar Rp1,58 juta).
  • Trump juga menegaskan AS dan Qatar tidak terlibat dalam serangan tersebut
  • Qatar mengecam keras tindakan Israel maupun Iran, menyebut serangan tersebut tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum internasional

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kian memanas setelah ladang gas terbesar di dunia yang berlokasi di South Pars, Iran menjadi sasaran serangan Israel.

Al Jazeera melaporkan, serangan yang dilakukan Israel pada Rabu (18/3/2026) tersebut menargetkan fasilitas energi vital Iran dan memicu ancaman balasan keras dari Teheran.

Menanggapi kekisruhan tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pun buka suara.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa Israel adalah satu-satunya pihak yang memprakarsai serangan terhadap ladang gas South Pars milik Iran pada Rabu malam tersebut.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Qatar sama sekali tidak terlibat dalam operasi militer tersebut.

Hal ini ditegaskan Trump mengingat South Pars sendiri merupakan deposit gas alam terbesar di dunia yang dikelola bersama oleh Iran dan Qatar, sekutu dekat AS.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran global akan gangguan pasokan energi yang telah menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam.

"Amerika Serikat tidak tahu apa-apa tentang serangan khusus ini, dan negara Qatar juga sama sekali tidak terlibat, dalam bentuk apa pun, kami benar-benar tidak tahu bahwa hal itu akan terjadi," tulis Trump sebagaimana dikutip pada Kamis (19/3/2026).

Meskipun Israel belum memberikan pernyataan resmi, laporan dari Wall Street Journal dan Axios menyebutkan bahwa Trump sebenarnya sudah mengetahui rencana serangan Israel tersebut. 

Menanggapi eskalasi ini, Teheran melakukan serangan balasan dengan menembakkan rudal ke arah fasilitas minyak dan gas di sepanjang Teluk.

Serangan tersebut termasuk menyasar wilayah Arab Saudi dan Kota Industri Ras Laffan di Qatar, yang merupakan pusat industri energi utama.

Baca juga: Krisis BBM Sri Lanka: ASN Kini Kerja 4 Hari Seminggu, Libur Tiap Rabu

Trump sendiri memperingatkan Iran untuk tidak kembali menyasar Qatar.

Ia menegaskan tidak akan ada lagi serangan dari Israel ke South Pars, kecuali jika Iran kembali bertindak gegabah.

"TIDAK AKAN ADA LAGI SERANGAN OLEH ISRAEL terkait Ladang South Pars yang sangat penting ini, kecuali jika Iran secara tidak bijaksana memutuskan untuk menyerang Qatar yang tidak bersalah. Jika itu terjadi, Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan Israel, akan meledakkan seluruh Ladang Gas South Pars secara besar-besaran," ancam Trump.

PERANG MEMBESAR - Kobaran api dari ledakan yang menghantam sebuah depot bahan bakar minyak di Teheran, Iran, Sabtu (7/3/2026) malam. Iran membalas lewat rudal yang diluncurkan IRGC dan menyasar kilang minyak Haifa, menandakan perluasan perang yang tidak hanya menargetkan sasaran militer tetapi juga fasilitas energi.
PERANG MEMBESAR - Kobaran api dari ledakan yang menghantam sebuah depot bahan bakar minyak di Teheran, Iran, Sabtu (7/3/2026) malam. Iran membalas lewat rudal yang diluncurkan IRGC dan menyasar kilang minyak Haifa, menandakan perluasan perang yang tidak hanya menargetkan sasaran militer tetapi juga fasilitas energi. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)
Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved