Rabu, 8 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Joe Kent: Amerika Rentan Serangan 'Lone Wolf' Tapi Bukan dari Kelompok Sel Tidur Iran

Amerika Serikat akan menyaksikan peningkatan perekrutan sejumlah besar orang yang mungkin melakukan serangan teroris.

HO/IST
DIPERIKSA FBI - Mantan pejabat tinggi keamanan Amerika Serikat di pemerintahan Donald Trump, Joe Kent, dilaporkan tengah diperiksa Federal Bureau of Investigation (FBI). Dia menentang operasi militer AS ke Iran. 

Joe Kent: Amerika Rentan Serangan 'Lone Wolf' Tapi Bukan dari Kelompok Sel Tidur Iran

TRIBUNNEWS.COM - Mantan direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat (AS), Joe Kent, meyakini kalau lone wolf, istilah untuk ancaman dari "teroris tunggal" dengan kecenderungan ekstremis menimbulkan ancaman nyata bagi keamanan nasional negara adidaya tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis konservatif Amerika, Tucker Carlson, Kent menyatakan, "Ancaman nyata—dan sebagian besar organisasi teroris besar sebenarnya telah beralih ke model ini—berasal dari teroris tunggal."

Baca juga: Garda Revolusi Iran Peringatkan AS Agar Tak Serang Pulau Kharg Jika Tak Mau Hal Mengerikan Terjadi

Kent menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan menyaksikan peningkatan perekrutan sejumlah besar orang yang mungkin melakukan serangan teroris.

Pada saat yang sama, mantan pejabat AS itu menolak opini yang menyatakan tentang potensi serangan di negara tersebut oleh "sel-sel tidur" yang didukung Iran.

"Konsep 'sel-sel tidur'—atau fungsi sebuah sel sebagai suatu entitas—menjadi sulit dipahami dalam keadaan saat ini, karena sel-sel ini dipaksa untuk menjaga komunikasi satu sama lain, dan kita sebagian besar telah berhasil mengungkap aktivitas tersebut," kata Kent.

Kent mendesak pihak berwenang AS untuk memfokuskan upaya mereka pada identifikasi dan deportasi secepat mungkin siapa pun yang seharusnya tidak berada di wilayah AS.

Perlu dicatat bahwa Kent pada Selasa (17/3/2026) mengumumkan dalam sebuah pernyataan yang ia publikasikan, bahwa ia meninggalkan jabatannya karena penentangannya terhadap operasi militer Amerika terhadap Iran.

Alasannya mundur? Kepemimpinan Amerika telah menjadi korban kampanye disinformasi oleh Israel yang bertujuan untuk mendorong Amerika Serikat ke dalam konflik dengan Iran yang tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat, di bawah tekanan dari Tel Aviv.

Baca juga: Tujuan Perang Lawan Iran Tak Jelas, Petinggi Intelijen AS Pilih Mundur: Trump Dikibuli Israel

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved