Selasa, 19 Mei 2026

AS Kembangkan Pesawat Eksperimental Baru seperti Helikopter, Landasan Pacu Tidak Lagi Diperlukan

DARPA mengembangkan pesawat eksperimental SPRINT X-76 yang dapat terbang cepat tanpa membutuhkan landasan pacu.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Febri Prasetyo
DARPA
PESAWAT EKSPERIMENTAL AS - Gambar render yang dirilis DARPA, menampilkan pesawat prototipe SPRINT X-76. Pesawat ini dirancang menggabungkan kecepatan jet dengan fleksibilitas helikopter untuk operasi militer modern. 

Sebagai perbandingan, V-22 Osprey memiliki kecepatan jelajah sekitar 276 mph, sehingga X-76 diharapkan membawa peningkatan signifikan dalam kecepatan dibandingkan pesawat rotor konvensional.

Manajer program DARPA SPRINT, Cmdr. Ian Higgins, menyatakan:

“Selama ini, landasan pacu menjadi faktor pendukung sekaligus kerentanan. Dengan SPRINT, kami tidak hanya membangun pesawat X, tetapi juga menghadirkan berbagai opsi, mulai dari kejutan taktis hingga respons cepat, di mana pun di dunia tanpa membutuhkan landasan pacu.”

Pengujian penerbangan diperkirakan dimulai pada awal 2028, melanjutkan rekam jejak panjang Bell dalam program pesawat eksperimental yang sukses.

PESAWAT EKSPERIMENTAL AS - Gambar render yang dirilis DARPA, menampilkan pesawat prototipe SPRINT X-76. Pesawat ini dirancang menggabungkan kecepatan jet dengan fleksibilitas helikopter untuk operasi militer modern.
PESAWAT EKSPERIMENTAL AS - Gambar render yang dirilis DARPA, menampilkan pesawat prototipe SPRINT X-76. Pesawat ini dirancang menggabungkan kecepatan jet dengan fleksibilitas helikopter untuk operasi militer modern. (DARPA)

Pencapaian Bersejarah DARPA

Mengutip popsci.com, selama lebih dari 65 tahun, DARPA telah mendorong inovasi teknologi dengan mendanai serta mengelola proyek pada tahap awal penelitian sebelum dialihkan ke industri atau lembaga lain untuk pengembangan lanjutan.

DARPA berperan penting dalam berbagai bidang, seperti komputer, sensor, robotika, otonomi, kendaraan tanpa awak, teknologi siluman, hingga pengembangan vaksin COVID-19 Moderna.

Tidak semua proyek DARPA berhasil, namun yang sukses memberikan dampak besar. Beberapa contohnya:

- Teknologi Siluman (Stealth)

Perkembangan teknologi radar dan rudal membuat pesawat tempur semakin rentan.

Pada era Perang Vietnam, muncul misi “wild weasel”, di mana pilot memancing radar musuh untuk kemudian diserang.

DARPA kemudian mengembangkan teknologi siluman melalui demonstrator HAVE BLUE yang diuji di Area 51.

Teknologi ini membuka jalan bagi pesawat seperti F-117, B-2, hingga generasi modern seperti F-22, F-35, dan B-21.

- Vaksin

Pada 2011, DARPA meluncurkan program Autonomous Diagnostics to Enable Prevention and Therapeutics (ADEPT). 

Melalui program ini, pada 2013, Moderna menerima pendanaan sebesar 25 juta dolar AS dari DARPA

Investasi ini terbukti krusial saat pandemi COVID-19, mempercepat pengembangan vaksin berbasis mRNA.

- Pesawat Ruang Angkasa Rahasia

X-37B merupakan pesawat ruang angkasa robotik yang awalnya dikembangkan oleh NASA dan DARPA sebelum dioperasikan oleh Angkatan Luar Angkasa AS.

Wahana ini mampu bertahan di orbit lebih dari 900 hari dan digunakan untuk menguji berbagai teknologi, termasuk penerbangan otonom dan sensor canggih.

Meski berfungsi sebagai platform uji, keberadaannya juga memicu kekhawatiran terkait potensi penggunaan militer di luar angkasa.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved