Rabu, 29 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Buka Akses Terbatas Selat Hormuz, Kapal Jepang Diizinkan Melintas

Teheran mulai menerapkan kebijakan selektif di Selat Hormuz dengan memberi akses aman bagi negara non-musuh, termasuk Jepang.

Tayang:
Istimewa
PENUTUPAN SELAT HORMUZ - Terdampak Penutupan Selat Hormuz, Ini Langkah Mitigasi Negara-negara ASEAN. Teheran mulai menerapkan kebijakan selektif di Selat Hormuz dengan memberi akses aman bagi negara non-musuh, termasuk Jepang. 

TRIBUNNEWS.COM - Iran menyatakan akan mengizinkan kapal-kapal Jepang melintasi Selat Hormuz.

Hal ini disebut menandai perubahan kebijakan menjadi blokade selektif terhadap jalur tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa selat tidak sepenuhnya ditutup.

Menurutnya, pembatasan hanya berlaku bagi negara yang dianggap sebagai musuh atau pihak yang menyerang Iran.

Ia juga menyebut bahwa Iran siap menyediakan jalur aman bagi negara-negara yang ingin melintas.

Selama dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan otoritas Teheran.

Kebijakan ini menjadi penting bagi Jepang, yang sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz, mengutip Al Jazeera, Sabtu (21/3/2026).

Iran Hanya Izinkan Kapal-kapal 'Istimewa' Lintasi Selat Hormuz

Iran telah mengizinkan kapal dari beberapa negara 'istimewa', untuk bisa melintasi Selat Hormuz.

Diketahui Selat Hormuz, merupakan salah satu jalur maritim terpenting di dunia, di mana aktivitas di lokasi tersebut terdampak usai Amerika Serikat (AS)-Israel serang Iran.

Baca juga: Serangan Iran ke Diego Garcia Dinilai Ubah Peta Kekuatan Militer AS dan Sekutunya

Termasuk kapal-kapal dari China, India, Pakistan, Malaysia, dan Irak, untuk mengamankan jalur pelayaran aman bagi kapal-kapal mereka 

Menurut laporan Lloyd's List, setidaknya sembilan kapal telah meninggalkan selat tersebut melalui koridor yang membawa mereka melewati perairan Iran di sekitar Pulau Larak, tempat pihak berwenang dapat memantau pergerakan kapal.

Di antara kapal-kapal tersebut terdapat kapal-kapal dari India dan Pakistan, yang menunjukkan pola navigasi yang semakin meningkat di wilayah tersebut.

“Terdapat pola yang jelas dan mudah dikenali dari beberapa kapal yang melintas,” kata Richard Meade, pemimpin redaksi Lloyd's List , dalam sebuah wawancara, mengutip Al Mayadeen, Sabtu (21/3/2026).

Baca juga:  Iran Bidik Diego Garcia, Rudal Jarak 4.000 Km Picu Kekhawatiran Baru

Sementara itu Windward, sebuah badan intelijen maritim, juga melaporkan adanya kapal-kapal yang meninggalkan Teluk melalui perairan teritorial Iran.

Yang berlayar di sepanjang garis pantai daripada melalui jalur navigasi internasional standar.

Perusahaan pelayaran dilaporkan telah berkomunikasi dengan pejabat Iran melalui saluran tidak langsung, termasuk melalui anggota diaspora Iran

Demikian pula menurut analisis Financial Times mengatakan Iran hanya membuka kapal-kapal yang diistimewakan.

Manuver ini menandakan pergeseran dalam pengelolaan lalu lintas maritim di salah satu titik rawan energi paling penting di dunia.

Kapal-kapal tersebut mencakup campuran kapal tanker minyak dan kapal pengangkut barang curah dari India, Pakistan, dan Yunani, bersama dengan armada minyak Iran sendiri.

Sebagian besar kapal ini sebelumnya telah berlabuh di pelabuhan Iran, menunjukkan bahwa hubungan komersial sebelumnya mungkin memengaruhi keputusan untuk berlayar.

Data perkapalan menunjukkan bahwa kapal-kapal lain mungkin telah menempuh rute serupa tanpa mengaktifkan sistem pelacakan mereka.

Sehingga pergerakan mereka menjadi lebih sulit untuk dikonfirmasi dan menimbulkan kekhawatiran tentang transparansi di salah satu koridor maritim tersibuk di dunia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka.

Menurutnya Selat Hormuz hanya tertutup bagi musuh yang melakukan agresi pengecut terhadap Iran.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved