Rabu, 22 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Trump Drop, Isu Pemakzulan Mencuat di AS

Trump menyadari risiko akan dimakzulkan. Ia mengatakan kemenangan Partai Republik di Pemilu Paruh Waktu adalah harga mati.

|
Editor: Willem Jonata
HO/IST/X/Iran 24
MENGANCAM IRAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmengancam akan menghancurkan infrastruktur pembangkit listrik Iran jika tak kunjung membuka Selat Hormuz dalam 48 jam agar bisa kembali dilintasi kapal tanker pengangkut minyak.Ancaman tersebut dia lontarkan di akun Truth Social hari Sabtu, 21 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Per Maret 2026, kepuasan publik terhadap Trump ke titik terendah sepanjang masa jabatannya sebagai Presiden AS
  • Hal itu rangkaian persitiwa yang jadi sorotan publik AS, termasuk eskalasi perang dengan Iran yang memicu kenaikan BBM
  • Oposisi menuding kebijakan luar negeri Trump terkait perang di Iran sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan rakyat Amerika

 

TRIBUNNEWS.COM - Posisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih terancam.

Eskalasi perang dengan Iran yang memicu lonjakan harga BBM dan kekacauan di Timur Tengah, hingga penghentian pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang menyebabkan huru--hara di bandara, membawa tingkat kepuasan publik terhadap Trump ke titik terendah sepanjang masa jabatannya.

Kondisi domestik ini dimanfaatkan oleh faksi oposisi untuk menyuarakan impeachment atau pemakzulan, menjelang Pemilihan Umum Paruh Waktu, yang dijadwalkan pada 3 November 2026.

Sejumlah kandidat dari Partai Demokrat, termasuk Christian Menefee, Wali Kota Daniel K. Biss, Senator Laura Fine, hingga aktivis Kat Abughazaleh, secara terang-terangan berkampanye dengan janji memakzulkan Trump.

Baca juga: Iran Gertak, Ancam Hancurkan Infrastruktur Vital Teluk jika Trump Serang Pembangkit Listrik Teheran

Mereka menuding kebijakan luar negeri Trump terkait perang di Iran sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan rakyat Amerika.

Trump menyadari risiko ini. Kepada rekan-rekan partainya, ia mengatakan kemenangan Partai Republik di Pemilu Paruh Waktu adalah harga mati.

"Kalian harus menang di Pemilu Paruh Waktu. Jika kita tidak menang, mereka akan mencari-cari alasan untuk memakzulkan saya. Saya akan dimakzulkan," tegas Trump dikutip Asbury Park Press, media terbesar ketiga di New Jersey, AS, yang merupakan bagian dari jaringan USA Today Network.

Tak tinggal diam untuk mengamankan posisinya, Trump mengancam tidak akan menandatangani undang-undang apa pun kecuali Kongres meloloskan SAVE Act (Undang-Undang Identitas Pemilih) yang kontroversial.

Namun, langkah ini dijegal oleh Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer, yang menyebut UU tersebut sebagai upaya penindasan pemilih.

Popularitas Trump Terjun Bebas

Berdasarkan data RealClearPolling per 20 Maret 2026, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Trump berada di angka yang sangat mengkhawatirkan.

Perang Iran menjadi faktor pembeda yang meruntuhkan dukungan publik terhadap trump.

Menurut jajak pendapat harian Rasmussen Reports, pada 20 Maret, tingkat dukungan terhadap Trump  45 persen, dan yang tidak mendukung 54 persen.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang berakhir pada 19 Maret, menunjukkan tingkat dukungan Trump sebesar 40 persen yang tidak mendukung sebesar 58 persen.

Jajak pendapat RMG Research yang berakhir pada 19 Maret juga menunjukkan tingkat dukungan Trump sebesar 46 persen, tidak mendukung sebesar 53 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved