Perang Iran Bikin Negara Timur Tengah Berpaling ke Rudal Pencegat Murah Bikinan Korea
Negara Timur Tengah kini beralih ke sistem pertahanan udara bikinan Korsel yang harganya lebih murah untuk mengantisipasi risiko perang dengan Iran.
Ringkasan Berita:
- Banyak negara Timur Tengah beralih menggunakan sistem pertahanan udara bikinan Korea Selatan yang harganya lebih murah untuk mengantisipasi risiko perang dengan Iran.
- Rudal permukaan-ke-udara buatan Korea Selatan, Cheongung, juga dikenal sebagai M-SAM jadi alternatif sistem pertahanan udara yang selama ini menggunakan rudal Patriot buatan AS
- Korea Selatan adalah pengekspor senjata terbesar kesembilan di dunia, menurut laporan Maret Stockholm International Peace Research Institute.
TRIBUNNEWS.COM, SEOUL – Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kini menginspirasi banyak negara di Timur Tengah beralih menggunakan sistem pertahanan udara bikinan Korea Selatan yang harganya lebih murah.
Hal ini membuka peluang baru bagi Korea Selatan memperluas ekspor senjata mereka ke luar pasar Eropa. Yang menjadi sorotan adalah rudal permukaan-ke-udara buatan Korea Selatan, Cheongung, juga dikenal sebagai M-SAM.
Rudal ini muncul sebagai alternatif yang layak untuk sistem pertahanan udara yang selama ini menggunakan rudal Patriot buatan AS untuk mencegat serangan drone dan rudal Iran.
Keunggulan utama rudal M-SAM bikinanHanwha Aerospace dan LIG Nex1 ini adalah kinerjanya yang serupa dengan rudal Patriot PAC-3 seharga 4 juta dolar AS per unitnya tapi bisa dibeli dengan harga hanya sekitar seperempatnya.
“Negara-negara Timur Tengah saat ini berbondong-bondong membeli rudal Korea Selatan,” kata Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun Cheol kepada Bloomberg News yang dikutip The Straits Times dikutip Selasa, 24 Maret 2026.
“Mereka meminta senjata dari Korea Selatan karena akurasinya – fakta bahwa rudal tersebut menghancurkan rudal balistik dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90 persen," sebutnya.
Sistem pertahanan udara dan rudal lainnya yang saat ini berada di Timur Tengah, termasuk sistem Patriot dan THAAD buatan AS, telah melaporkan tingkat keberhasilan yang serupa.
Namun, seiring dengan menipisnya persediaan pencegat yang mahal dan sulit diganti tersebut untuk menghadapi serangan Iran, para produsen Korea Selatan memposisikan diri sebagai pilihan yang lebih cepat dan lebih murah.
Surat kabar Chosun Ilbo mengabatkan, Korea Selatan telah setuju untuk mengirim puluhan rudal Cheongung ke Uni Emirat Arab lebih awal dari jadwal atas permintaan negara Teluk tersebut.
Kabar yang diungkap Chosun Ilbo mengutip seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya dari negara Asia tersebut.
Uni Emirat Arab adalah negara pertama yang membeli rudal pencegat Korea Selatan dalam kesepakatan tahun 2022, yang diikuti oleh kontrak di Arab Saudi dan Irak.
Koo tidak menyebutkan negara mana yang sedang bernegosiasi dengan Korea Selatan untuk pengiriman lebih awal. Kementerian Pertahanan Korea Selatan menolak berkomentar.
Baca juga: Ukraina Tuduh Drone Shahed Iran Jadi Digdaya karena Pakai Komponen Rusia
Saham Hanwha Aerospace telah naik 7 persen dan saham LIG Nex1 telah melonjak 26 persen sejak dimulainya perang Iran, melampaui indeks Kospi yang lebih luas dan perusahaan pertahanan lainnya.
Rudal pencegat tersebut, yang dirancang untuk menargetkan proyektil yang datang pada ketinggian 15 hingga 20 km, berharga sekitar 1,5 miliar won (S$1,28 juta), menurut laporan media.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Rudal-Cheongung-byatan-Korea.jpg)