Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.491, Zelenskyy: Tak Ada Kemajuan Diplomasi
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan tidak ada kemajuan dalam perundingan. Kyiv menilai Rusia tak serius untuk mengakhiri perang.
Status darurat ini mulai berlaku Rabu, 25 Maret 2026, dan direncanakan berlangsung selama 60 hari.
Perdana Menteri Alexandru Munteanu mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik, terutama pada jam sibuk, serta tetap menjaga persatuan.
Moldova yang merupakan negara bekas Uni Soviet selama ini bergantung pada pasokan listrik dari Rumania melalui jaringan yang melintasi wilayah Ukraina selatan.
Pihak berwenang menyebutkan bahwa sebuah drone jatuh ditemukan di dekat jalur tersebut, sehingga diperlukan proses pembersihan ranjau sebelum perbaikan bisa dilakukan.
Menteri Energi Dorin Junghietu memperkirakan pemulihan jaringan listrik memakan waktu hingga tujuh hari.
“Hanya Rusia yang bertanggung jawab,” tulis Presiden Moldova Maia Sandu di X.
Pemerintah Moldova juga secara resmi mengecam serangan tersebut, yang merupakan bagian dari serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina sejak invasi 2022.
-
Zelenskyy Murka: Serangan Rusia ke Gereja Lviv Disebut “Kebejatan Mutlak”
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengecam keras serangan udara besar-besaran yang dilakukan Rusia di wilayah Ukraina.
Serangan tersebut terjadi pada siang hari dan dinilai tidak biasa karena menjangkau berbagai wilayah, termasuk kota bersejarah Lviv di bagian barat.
“Drone serang Iran, yang dimodernisasi oleh Rusia, menyerang sebuah gereja di Lviv – ini adalah kebejatan mutlak, dan hanya orang seperti (Vladimir) Putin yang bisa menganggap ini menarik,” kata Zelenskyy dalam pidato hariannya.
Ia juga menegaskan bahwa skala serangan menunjukkan Rusia tidak memiliki niat untuk mengakhiri perang.
“Skala serangan ini menunjukkan dengan jelas bahwa Rusia tidak berniat untuk benar-benar mengakhiri perang ini,” tambah Zelenskyy, seraya bersumpah bahwa Ukraina pasti akan membalas setiap serangan, lapor The Guardian.
Rusia dilaporkan meningkatkan intensitas serangan pada musim semi ini dengan tujuan melemahkan pertahanan Ukraina.
Dalam satu malam, Rusia meluncurkan hampir 400 drone jarak jauh dan 23 rudal jelajah, yang kemudian dilanjutkan dengan 556 drone dalam serangan siang hari yang tidak biasa.
Serangan besar tersebut menghantam berbagai kota di wilayah barat Ukraina dan menyebabkan sedikitnya tujuh orang tewas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/z3l3nsky-345435tyrtufghf.jpg)