Minggu, 12 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.491, Zelenskyy: Tak Ada Kemajuan Diplomasi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan tidak ada kemajuan dalam perundingan. Kyiv menilai Rusia tak serius untuk mengakhiri perang.

Editor: Nuryanti
Website Presiden Ukraina
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKYY - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Rabu (25/3/2026), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 20 Maret 2026. (© Press Service Of The President Of Ukraine / YPV.2026) 

Ringkasan Berita:
  • Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.491, Presiden Ukraina Zelenskyy menyebut belum ada kemajuan damai karena Rusia tak serius bernegosiasi.
  • Rusia terus menggencarkan serangan besar, termasuk ratusan drone dan rudal yang menghantam berbagai wilayah serta merusak bangunan bersejarah di Lviv.
  • Dampaknya meluas hingga Moldova yang menetapkan darurat energi akibat jalur listrik terganggu.
  • Sementara itu, Korea Utara menegaskan dukungan penuh ke Rusia dengan bantuan pasukan dan senjata.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.491 pada Rabu (25/3/2026).

Setelah mendengar laporan dari tim negosiasi Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan tidak ada kemajuan nyata dalam pembicaraan karena Rusia tidak ingin bergerak menuju perdamaian.

"Hari ini, tim negosiasi kami menyampaikan laporan setelah kembali dari Amerika Serikat. Sayangnya, belum ada kemajuan nyata – Rusia tidak memiliki keinginan untuk bergerak menuju perdamaian," kata Zelenskyy pada Selasa (24/3/2026) malam.

Zelenskyy menambahkan bahwa penting bagi Ukraina, AS, Eropa, dan aktor global lainnya untuk melakukan segala sesuatu yang mungkin dan perlu untuk memastikan bahwa Rusia benar-benar dan tulus tertarik pada diplomasi.

"Dan… bukan hanya untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak dari minyak dan membeli lebih banyak waktu untuk serangan dan agresi lebih lanjut. Perdamaian harus dapat diandalkan – itulah tujuan kita, dan itu akan tercapai. Dan kita akan menanggapi serangan. Itu sudah pasti," lanjutnya.

Sebelumnya, Zelenskyy menginstruksikan tim negosiasi Ukraina untuk terus bekerja seaktif mungkin dengan mitra Ukraina agar diplomasi bersifat substantif dan isu-isu kemanusiaan seperti pertukaran tahanan dapat diselesaikan.

Ia juga menginstruksikan tim tersebut untuk memberikan penjelasan kepada mitra Eropa dan Kanada tentang pertemuan di Florida, lapor Pravda.

Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina

Perang antara Rusia dan Ukraina pecah pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan serangan militer ke sejumlah kota di Ukraina. Serangan ini menjadi puncak dari ketegangan panjang yang sudah berlangsung sejak lama.

Akar konflik bermula setelah runtuhnya Uni Soviet, saat Ukraina mulai menjalin hubungan lebih dekat dengan negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Langkah ini membuat Rusia merasa pengaruhnya di kawasan tersebut terancam.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.490, Zelenskyy Klaim Rusia Bantu Iran

Ketegangan semakin meningkat pada tahun 2014 melalui Revolusi Maidan di Kyiv yang mendorong perubahan arah politik Ukraina menjadi lebih pro-Barat. Sebagai tanggapan, Rusia mencaplok wilayah Krimea, sementara konflik bersenjata juga terjadi di Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang diduga mendapat dukungan Rusia.

Situasi yang terus memanas akhirnya berubah menjadi invasi besar-besaran setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer pada 2022. Rusia menyatakan langkah ini bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas sekaligus menahan perluasan NATO.

Tindakan tersebut mendapat kecaman luas dari dunia internasional. Negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia dan memberikan bantuan militer serta keuangan kepada Ukraina. Hingga kini, konflik ini menjadi salah satu krisis global paling besar dengan dampak luas di berbagai sektor.

Amerika Serikat juga berperan sebagai penengah dalam upaya perundingan damai antara Rusia dan Ukraina. Namun, proses tersebut sempat terhambat setelah AS terlibat konflik dengan Iran, sehingga perhatian terhadap penyelesaian perang di Ukraina menjadi sedikit teralihkan.

Di tengah perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, berikut ini perkembangan yang dirangkum dari berbagai sumber:

  • Moldova Darurat Energi 60 Hari, Jalur Listrik Lumpuh Imbas Serangan Rusia

Moldova menetapkan status darurat di sektor energi setelah jalur listrik utama yang terhubung ke Eropa terputus akibat serangan Rusia di Ukraina.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved