Kamis, 4 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Mengapa Pakistan Disebut-sebut Menjadi Mediator dalam Konflik Amerika Serikat dan Iran?

Pakistan disebut berpotensi menjadi mediator konflik AS-Iran karena memiliki hubungan baik dengan kedua pihak serta komunikasi yang stabil.

Tayang:

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menerima undangan Trump untuk bergabung dalam "Dewan Perdamaian", meskipun sejumlah negara mayoritas Muslim lainnya menolak berpartisipasi dalam rencana kontroversial terkait Gaza.

Mengapa Pakistan?

Komunikasi yang stabil antara Pakistan dan Iran, serta hubungan hangat antara kepala militer Pakistan Asim Munir dan Trump, menjadi alasan utama mengapa Pakistan dinilai layak menjadi mediator.

Sebelumnya, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa kepemimpinan militer Pakistan telah menawarkan diri untuk menengahi negosiasi antara AS dan Iran melalui percakapan telepon dengan Trump.

Tahun lalu, Trump menyebut Munir sebagai "pejuang hebat", "orang yang sangat penting", dan "manusia luar biasa".

Trump juga menyatakan merasa terhormat dapat bertemu Munir dalam kunjungan kenegaraan, yang menjadi pertama kalinya Gedung Putih menjamu kepala militer Pakistan, bukan kepala negara.

Dalam pertemuan tersebut, Trump secara terbuka menyebut Pakistan memahami Iran dengan sangat baik, bahkan lebih baik dibandingkan banyak negara lain.

Trump tercatat telah memuji Munir belasan kali sepanjang 2025, termasuk dalam konteks mediasi konflik dengan India dan KTT Sharm El-Sheikh pada Oktober.

Sementara itu, PM Sharif melakukan panggilan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin, dan berjanji membantu mewujudkan perdamaian di kawasan serta menegaskan komitmen Pakistan untuk mengakhiri konflik.

Pakistan juga vokal selama sebulan terakhir dalam menyerukan penghentian serangan AS-Israel terhadap Iran, yang telah menewaskan lebih dari 1.500 orang.

Hal ini juga didorong oleh potensi dampak besar terhadap Pakistan akibat kenaikan harga energi.

Pada awal Maret, Pakistan menyatakan siap memfasilitasi pembicaraan antara kedua negara.

Sharif kembali menegaskan kesiapan tersebut pada Selasa, dengan menyatakan Islamabad siap menjadi tuan rumah dialog.

Pakistan juga memiliki pengalaman dalam mediasi konflik yang melibatkan Iran, termasuk dalam upaya meredakan konflik proksi antara Arab Saudi dan Iran.

Meski belum ada konfirmasi resmi, sumber diplomatik menyebut Pakistan sebagai pilihan utama Iran untuk lokasi pembicaraan, di tengah persaingan dari Turki, Qatar, dan Mesir, yang juga aktif sebagai mediator dalam konflik Gaza.

Turki sendiri telah terlibat melalui komunikasi dengan pejabat Iran dan utusan Timur Tengah Steve Witkoff, guna mendorong gencatan senjata sementara dan membuka ruang dialog.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved