Simposium Jepang–Indonesia di Nagasaki, BRIN Dorong Model Kolaborasi Daerah
Nagasaki dan Indonesia bahas kerja sama ekonomi, industri, dan SDM. BRIN dorong kolaborasi berbasis riset dan peluang tenaga kesehatan
Ringkasan Berita:
- Prefektur Nagasaki dan MCSCC menggelar simposium untuk memperkuat kerja sama Indonesia–Jepang di bidang ekonomi, industri, dan SDM
- Kolaborasi difokuskan pada potensi daerah, kawasan Rebana Jabar, serta peluang tenaga kesehatan di tengah kebutuhan perawat Jepang
- BRIN mendorong kebijakan berbasis riset agar kerja sama lebih terarah dan berkelanjutan
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG — Pemerintah Prefektur Nagasaki bersama Matrix of Cyber Smart City Consortium (MCSCC) baru-baru ini menggelar simposium yang membahas potensi kerja sama antara Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang ekonomi, industri, dan pengembangan sumber daya manusia.
"Kegiatan yang berlangsung di Dejima Messe Nagasaki ini dihadiri sekitar 154 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, industri, hingga perguruan tinggi," ungkap Yopi Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN khusus kepada tribunnews.com Kamis (26/3/2026).
Fokus Kolaborasi Jepang–Indonesia
Simposium tersebut menjadi wadah diskusi strategis untuk menggali potensi kerja sama ekonomi, memperkuat hubungan industri, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan Nagasaki hadir sebagai representasi Jepang dalam membangun kemitraan regional dengan Indonesia.
"Pada dasarnya tujuan simposiun ini lebih ke perkuat probabilitas kerjasama antara Nagasaki dan Indonesia (diwakili oleh Jabar yang sudah memiliki hubungan sister city dengan Nagasaki ken). Kami bertugas mendampingi seluruh Pemda melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah untuk perkuat perencanaan berbasis bukti di semua sektor urusan daerah. Melalui simposium ini, kami menawarkan Nagasaki bahwa selain Pemprov Jabar masih ada 37 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota yang menarik untuk dijajagi kerjasama," ungkap Yopi lagi.
Baca juga: Guru Besar Unissula Nilai Diplomasi Energi RI-Jepang Perkuat Posisi Tawar di Kancah Global
Dari pihak Indonesia, selain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), turut hadir pimpinan Badan Pengelola Kawasan Rebana Jawa Barat, yang menjadi salah satu fokus kerja sama konkret.
Berbagai topik kerjasama sesuai dengan Potensi daerah seperti produk unggulannya dan lainnya kami sampaikan juga. Selain itu juga ada problem basic yang menarik yaitu terkait urusan SDM.
"Kami tawarkan terkait bidang perawatan kesehatan yang mana saat ini pihak jepang perlu kaigo (perawat), tapi ke depan Indonesia khusus wilayah Jawa akan memasuki masa aging population juga. Untuk itu pengetahuan/inovasi bidang perawatan kesehatan menjadi krusial bagi Indonesia. Melalui skema kebutuhan kaigoshi (keperawatan) saat ini, kemudian diarahkan ke masa depan, akan dapat dibangun kerjasama yang lebih berkelanjutan," katanya.
BRIN Dorong Kebijakan Berbasis Bukti
Perwakilan BRIN menjelaskan, pihaknya memiliki peran penting dalam mendampingi pemerintah daerah di Indonesia, memperkuat kebijakan berbasis data (evidence-based policy), memastikan program pembangunan tepat sasaran dan berdampak nyata.
Selain itu, BRIN juga aktif mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah Indonesia dengan mitra luar negeri serta memperkenalkan inovasi untuk pembangunan daerah.
Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kawasan Rebana dengan Pemerintah Prefektur Nagasaki menjadi contoh konkret kerja sama yang tengah dikembangkan.
BRIN berperan dalam memperkuat proses kolaborasi, memastikan kerja sama berjalan efektif.
"Jika berhasil, model ini berpotensi direplikasi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia," katanya.
Simposium ini juga menunjukkan bahwa peluang kerja sama antara Indonesia dan Jepang di tingkat daerah sangat luas.
Tidak hanya terbatas pada investasi dan industri tetapi juga mencakup inovasi, pengembangan SDM dan perencanaan pembangunan berbasis riset.
Diskusi loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/brinnaga2222.jpg)