Minggu, 3 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Krisis BBM, Bensin Setara Pertalite di Thailand Tembus Rp 21ribu per Liter

Gasohol RON 91 yang secara nilai oktannya hampir setara dengan RON 90 Pertalite di Indonesia kini dibanderol Rp20.934 per liter

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
  • Harga eceran BBM di Thailand naik rata-rata 6 baht (sekitar Rp3.087) per liter mulai Kamis (26/3/2026) setelah pemerintah menghentikan kebijakan pembatasan harga (price cap)
  • Harga Gasohol 91 yang setara dengan Pertalite di Indonesia kini melonjak menjadi 40,68 baht atau sekitar Rp20.934 per liter
  • Pemerintah Thailand memutuskan mengurangi subsidi karena beban anggaran yang membengkak akibat kenaikan harga minyak dunia pasca-konflik di Timur Tengah

 

TRIBUNNEWS.COM - Harga eceran bensin dan solar di Thailand melonjak tajam per liternya pada Kamis pagi ini (26/3/2026).

Adapun tiap tipe bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan sebesar 6 baht atau sekitar Rp3.087 per liternya.

Melansir Bangkok Post, kenaikan signifikan ini terjadi setelah pemerintah Thailand memutuskan untuk menghentikan upaya pembatasan harga atau price cap yang dinilai terlalu membebani anggaran negara.

Keputusan Pemerintah Thailand untuk memangkas subsidi sendiri diumumkan pada Rabu malam (25/3/2026).

Akibat keputusan tersebut, antrean panjang kendaraan mulai membajiri berbagai SPBU di seluruh penjuru negeri Thailand semalam suntuk.

Adapun warga bergegas menyerbu SPBU terdekat guna mengisi tangki kendaraan mereka sebelum harga baru berlaku efektif pada hari Kamis ini mulai pukul 05.00 pagi setempat.

Perubahan kebijakan ini juga mengakibatkan harga solar naik drastis sebesar 18 persen, sementara jenis bahan bakar lainnya mengalami kenaikan yang lebih moderat.

Di stasiun pengisian bahan bakar PTT, harga bensin Gasohol RON 91 yang secara nilai oktannya hampir setara dengan RON 90 Pertalite di Indonesia kini dibanderol Rp20.934 per liter.

Berikut rincian harga BBM terbaru di SPBU PTT Thailand beserta konversi rupiahnya:

Baca juga: Jepang Lepas 80 Juta Barel Cadangan Minyak, Harga Bensin Tembus 217 Yen

High-speed diesel: 38,94 baht (Rp20.038)

B7 premium diesel: 54,64 baht (Rp28.118)

Gasohol 91 (Setara Pertalite): 40,68 baht (Rp20.934)

Gasohol 95: 41,05 baht (Rp21.124)

Gasohol E20: 36,05 baht (Rp18.551)

ANTREAN SPBU THAILAND - Tangkap Layar CH7HD News Thailand yang memerlihatkan antrean warga Thailand di sejumlah SPBU pada Selasa malam (3/3/2026). Kementerian Energi Thailand menyatakan pada hari Minggu (1/3/2026) negara mereka hanya memiliki cadangan minyak untuk dua bulan.
ANTREAN SPBU THAILAND - Tangkap Layar CH7HD News Thailand yang memerlihatkan antrean warga Thailand di sejumlah SPBU pada Selasa malam (3/3/2026). Kementerian Energi Thailand menyatakan pada hari Minggu (1/3/2026) negara mereka hanya memiliki cadangan minyak untuk dua bulan. (CH7HD NEWS)

Gasohol E85: 32,79 baht (Rp16.874)

Gasohol 95 premium: 52,04 baht (Rp26.780)

Gasoline 95: 49,64 baht (Rp25.545)

Pemerintah Thailand menyatakan pada hari Rabu bahwa biaya untuk mempertahankan batas harga sudah terlalu mahal akibat kenaikan harga minyak dunia yang didorong oleh perang di Timur Tengah.

Sebagai gantinya, pemerintah akan menawarkan bantuan yang lebih terarah bagi kelompok yang paling terdampak, seperti konsumen kurang mampu, petani, dan pengemudi truk.

Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas mengungkapkan bahwa kebijakan pembatasan harga selama ini telah memicu masalah di lapangan.

"Batas harga telah menyebabkan distorsi pasar, penimbunan, dan kerugian anggaran yang tidak perlu," kata Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas.

Meskipun subsidi masih diberikan melalui Dana Bahan Bakar Minyak, nilainya jauh lebih rendah dari sebelumnya.

Subsidi untuk high-speed diesel dan solar B20 dikurangi dari 26,99 baht (Rp13.889) menjadi 19,12 baht (Rp9.839) per liter.

Untuk Gasohol E20 turun dari 12,85 baht (Rp6.612) menjadi 5,94 baht (Rp3.056).

Sementara itu Gasohol 95 dan 91 yang sebelumnya disubsidi 9,73 baht (Rp5.007) kini hanya disubsidi 3,26 baht (Rp1.677).

Sementara itu, subsidi sebesar 4,28 baht (Rp2.202) untuk Gasohol E85 telah dihapus sepenuhnya.

Tingkat konsumsi solar di Thailand sendiri biasanya mencapai angka rata-rata 65 juta liter per hari.

Namun, sejak perang antara Iran dan Israel-AS terjadi, harga minyak terkerek dan konsumsi melonjak hingga antara 85 juta hingga 100 juta liter per hari.

Fenomena penimbunan dalam skala besar menjadi penyebab utama ratusan SPBU kehabisan stok bahan bakar, meskipun pemerintah telah menjamin bahwa cadangan negara mencukupi.

Baca juga: Harga Bensin di Jepang Naik Tajam, Tembus Rp23 Ribu per Liter

Pemerintah Thailand juga mengklaim telah menguras anggaran 20 miliar baht atau sekitar Rp10,29 triliun hanya dalam waktu tiga minggu demi menjaga harga tetap stabil.

Pejabat terkait sempat mempertimbangkan untuk melakukan pinjaman guna menutupi kerugian tersebut, namun akhirnya diputuskan bahwa langkah itu tidak berkelanjutan.

Ekonom Standard Chartered, Tim Leelahaphan, mengatakan kepada Bloomberg bahwa pemerintah Thailand saat ini hanya memiliki sisa ruang pinjaman sekitar 300 miliar baht atau setara Rp154,3 triliun.

Sebagai perbandingan, selama krisis energi tahun 2022 yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina, Thailand menghabiskan 270 miliar baht atau setara Rp138,9 triliun untuk subsidi bahan bakar dan pemotongan pajak.

(Tribunnews.com/Bobby)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved