Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pezeshkian: Dukungan Putin dan Rakyat Rusia Jadi Inspirasi Iran dalam Perang Melawan AS

Masoud Pezeshkian terima kasih ke Rusia, UE tuduh Rusia bantu Iran targetkan AS

Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengucapkan terima kasih kepada rakyat Rusia serta Presiden Vladimir Putinatas dukungan mereka dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X, Pezeshkian menegaskan bahwa dukungan dari Rusia menjadi sumber semangat bagi Iran di tengah situasi perang.

“Pesan dari Presiden Putin dan dukungan rakyat Rusia memberi kami inspirasi dalam perang ini. Ketahanan dan keberanian rakyat Iran menjanjikan hubungan baru yang akan menjamin keamanan kawasan oleh negara-negara di wilayah ini. Atas nama rakyat Iran, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Rusia,” tulisnya.

Baca juga: Kementerian Intelijen Iran Sebut Tangkap 14 Tentara Bayaran AS-Israel

Uni Eropa Tuduh Rusia Bantu Iran Targetkan Tentara AS

Uni Eropa menuding Rusia memberikan dukungan intelijen kepada Iran dalam konflik Timur Tengah, yang disebut digunakan untuk menargetkan pasukan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh diplomat tertinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam pertemuan G7 di dekat Paris pada Kamis.

“Kami melihat Rusia membantu Iran dengan intelijen untuk menargetkan warga Amerika, bahkan membunuh warga Amerika. Rusia juga mendukung Iran dengan drone untuk menyerang negara tetangga dan pangkalan militer AS,” ujar Kallas.

Ia menambahkan bahwa konflik yang terjadi saat ini saling berkaitan, termasuk dengan perang di Ukraina.

Menurutnya, jika Amerika Serikat ingin meredakan konflik di Timur Tengah, maka tekanan terhadap Rusia harus ditingkatkan agar tidak lagi membantu Iran.

“Perang-perang ini saling terhubung. Jika Amerika ingin konflik ini berhenti, maka harus menekan Rusia agar tidak bisa memberikan dukungan kepada Iran,” tegasnya.

Pernyataan Kallas muncul hanya beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengungkap adanya “tangan tersembunyi” Presiden Rusia Vladimir Putin di balik upaya perang Iran.

Healey menyebut adanya “poros agresi” antara Rusia dan Iran, berdasarkan informasi dari badan intelijen Inggris.

Ia mengungkap bahwa Moskow tidak hanya memberikan intelijen, tetapi juga pelatihan kepada pasukan Iran sebelum konflik pecah pada akhir Februari.

Sejumlah sumber, termasuk pejabat senior Amerika Serikat, juga mengungkap bahwa Rusia telah memberikan informasi intelijen kepada Iran terkait posisi pasukan AS di Timur Tengah.

Informasi ini muncul beberapa hari setelah serangan Iran menewaskan enam tentara AS di Kuwait.

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa Presiden Donald Trumpmengetahui situasi tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved