Iran Vs Amerika Memanas
10.000 Tentara AS Sudah Siap Menuju Iran, Bakal Beri Pukulan Telak ke Teheran
Pentagon telah menyiapkan 10.000 tentara untuk menuju Iran bila pembicaraan damai menemui jalan buntu. Siap beri pukulan telak.
Ringkasan Berita:
- Pentagon tengah mempersiapkan rencana militer skala besar yang disebut sebagai "pukulan terakhir" untuk mengakhiri perang dengan Iran.
- Disebut-sebut, Pentagon bakal menerjunkan hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke wilayah Iran.
- Langkah ekstrem ini diambil setelah jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz masih tersumbat, yang memicu gejolak ekonomi global.
TRIBUNNEWS.COM - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan tengah menggodok rencana militer skala besar yang disebut sebagai "pukulan terakhir" untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Tidak main-main, Presiden AS Donald Trump bahkan disebut sedang mempertimbangkan untuk menerjunkan hingga 10.000 pasukan darat tambahan ke wilayah Iran.
Berdasarkan laporan Axios, rencana ini mencakup opsi serangan udara masif hingga operasi darat di wilayah-wilayah strategis Iran.
Langkah ekstrem ini diambil setelah jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz masih tersumbat, yang memicu gejolak ekonomi global.
Sumber internal dari kalangan pejabat tinggi AS membocorkan bahwa ada empat titik fokus yang masuk dalam radar serangan "pukulan terakhir" ini.
Pertama adalah Pulau Kharg. Pulau ini merupakan pusat distribusi minyak utama Iran yang rencananya akan diinvasi atau diblokade total.
Kemudian ada Pulau Larak. Pulau tersebut merupakan markas kapal cepat dan radar Iran yang akan dilumpuhkan.
Ketiga ada Pulau Abu Musa, yang merupakan wilayah strategis di pintu masuk barat Selat Hormuz.
Terakhir adalah melakukan blokade sisi timur dengan menutup akses ekspor minyak Iran sepenuhnya.
Unjuk kekuatan ini dianggap perlu sebagai kartu as dalam meja perundingan.
"Presiden ingin memberikan pesan yang jelas. Jika diplomasi buntu, militer siap mengambil alih dengan kekuatan penuh," ungkap seorang sumber yang mengetahui diskusi di Gedung Putih tersebut.
Baca juga: Iran Ancam Targetkan Hotel di Timur Tengah yang Menampung Pasukan AS
Saat ini, bala bantuan militer mulai mengalir ke Timur Tengah.
Skuadron jet tempur tambahan dan pasukan elit dari Divisi Lintas Udara ke-82 dilaporkan sudah dalam perjalanan.
Pengiriman 10.000 tentara tambahan yang sedang dipertimbangkan ini diharapkan mampu memberikan tekanan psikologis sekaligus kesiapan tempur jika perintah invasi darat benar-benar diteken oleh Trump.
Sementara itu, pihak Teheran melalui media pemerintahnya mengecam rencana tersebut dan memperingatkan bahwa setiap upaya pendudukan wilayah akan dibalas dengan perlawanan yang "menghancurkan" di seluruh kawasan Teluk.