Rayakan 76 Tahun Hubungan Diplomatik, Mahasiswa Indonesia-Rusia Gelar Winter Camp
PERMIRA St. Petersburg menyelenggarakan Winter Camp 2026 di Saint Petersburg dan Region Leningrad.
Ringkasan Berita:
- PERMIRA St. Petersburg menyelenggarakan Winter Camp 2026 di Saint Petersburg dan Region Leningrad.
- Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Indonesia dan Rusia untuk memperkuat pemahaman budaya, bahasa, dan sejarah.
- Program ini menjadi bagian dari peringatan 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia.
TRIBUNNEWS.COM - Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia Perwakilan Saint Petersburg (PERMIRA St. Petersburg) berhasil menggelar PERMIRA Winter Camp 3.0: Perkemahan Musim Dingin Mahasiswa Indonesia-Rusia 2026.
Program pertukaran pemuda ini bertujuan memperkuat sekaligus mengapresiasi budaya, bahasa, dan sejarah kedua negara, serta berlangsung pada 20–22 Maret 2026 di dua wilayah Rusia, yakni Kota Saint Petersburg dan Region Leningrad.
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta terdaftar dari Indonesia dan Rusia ini menjadi bagian dari peringatan 76 tahun hubungan diplomatik kedua negara, sekaligus sejalan dengan perayaan Tahun Kebudayaan Kota St. Petersburg.
Mengangkat tema “Pelajaran dari Generasi Masa Lalu”, program ini diarahkan untuk mempererat hubungan Indonesia-Rusia di tingkat akar rumput. Perkemahan musim dingin tersebut dirancang guna meningkatkan pemahaman budaya, bahasa, dan sejarah melalui pendekatan gamifikasi edukatif di museum, permainan tradisional, talk show edukatif, serta lomba kebudayaan yang disajikan secara bilingual (bahasa Indonesia dan Rusia).
Acara dipandu oleh Imam Azmi Al Mahfuzh, mahasiswa S1 di St. Petersburg State University of Economics asal Indonesia, serta Yana Dyupina, mahasiswi S1 di St. Petersburg State University asal Rusia.
Dengan dukungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow serta Komite Eksternal Pemerintah Kota St. Petersburg, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat diplomasi publik kedua negara di tingkat masyarakat. Secara simbolis, acara ini juga mendapat apresiasi dari para duta besar kedua negara, terutama karena tema sejarah yang relevan dengan hubungan bilateral yang telah mencapai tingkat strategis.
Baca juga: Milad ke-32 PPI Tunisia: Dari Seremonial Menuju Gerakan Intelektual dan Pemberdayaan Diaspora
“Selamat kepada Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia Perwakilan St. Petersburg (PERMIRA St. Petersburg) atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Saya berpesan agar mahasiswa Indonesia di Rusia untuk terus mempelajari dan memahami kehidupan sosial-budaya masyarakat setempat. Agar tercipta saling pengertian yang baik dan jejaring persahabatan.”
— tutur Jose Antonio Morato Tavares, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, dalam video sambutannya.
“Sejarah kedua negara dan pengalaman dari generasi selanjutnya mengingatkan kita tentang nilai-nilai saling menghormati, dialog dan kerja sama antar masyarakat kita. Terutama kegiatan ini secara simbolik diadakan di St. Petersburg, dimana merupakan kota yang terkenal akan kualitas pendidikan dan kebudayaan Rusia. Terima kasih banyak atas inisiatif Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia Perwakilan St. Petersburg (PERMIRA St. Petersburg).”
— Sergey Tolchenov, Duta Besar Rusia untuk Republik Indonesia, dalam sambutannya melalui video.
Rangkaian kegiatan dibuka di Museum Kereta Api Rusia—salah satu museum terbesar di Rusia dan Eropa—yang dilanjutkan dengan permainan edukatif terkait sejarah perkeretaapian. Sebagai bagian dari penguatan peran sentral ASEAN dalam diplomasi kepemudaan, kegiatan ini juga diikuti peserta dari negara anggota Asia Tenggara seperti Vietnam, Thailand, dan Myanmar.
Tema “Pelajaran dari Generasi Masa Lalu” dipilih untuk menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam melanjutkan tradisi penghormatan terhadap sejarah kedua bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi deklarasi kemitraan strategis Indonesia-Rusia.
“Tema “Pelajaran dari Generasi Masa Lalu” tidak dipilih begitu saja. Anak muda lah yang menjadi tumpuan kita semua untuk melanjutkan tradisi menghormati sejarah kedua bangsa besar ini. Apalagi, kegiatan ini merupakan bagian dari realisasi deklarasi strategis Indonesia-Rusia. Saya harap adik-adik mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan ini secara produktif dan bermanfaat untuk memperkuat kerja sama kedepan antar kedua negara yang bersahabat baik.”
— Valery Radchenko, Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk St. Petersburg dan Region Leningrad, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Dmitriy Krutoy.
“Komite Eksternal Pemerintah St. Petersburg sangat bangga menjadi co-organizer kegiatan baik seperti ini. Ini adalah kesempatan untuk mengenal lebih dekat kebudayaan kedua negara lewat peran anak muda serta merupakan bagian tak terpisahkan dari usaha St. Petersburg untuk menjadi pusat interkultural dialog yang maju dan berkelanjutan sesuai dengan visi dan misi oleh Gubernur kami. Indonesia dan tentunya negara-negara ASEAN merupakan salah satu prioritas kebijakan luar negeri kami yang sangat strategis. Saya harap kegiatan ini berjalan produktif dan bermanfaat.”
— Evgeny Grigoriev, Ketua Komite Eksternal Pemerintah St. Petersburg.
Selanjutnya, para peserta mengikuti permainan petualangan edukatif di museum yang dirancang untuk memperdalam pemahaman sejarah perkeretaapian Rusia secara interaktif.
Peserta dibagi dalam tim campuran lintas negara, lalu ditugaskan menjelajahi museum berdasarkan peta serta menjawab berbagai kuis untuk menentukan pemenang.
Seluruh materi permainan, mulai dari peta hingga pertanyaan kuis, disusun oleh mahasiswa Indonesia di St. Petersburg dan didukung penggunaan situs resmi kegiatan guna meminimalkan penggunaan kertas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/egiatan-PERMIRA-Winter-Camp-30-Perkemahan-Musi.jpg)