Jumat, 10 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

10.000 Tentara dan Drone Bunuh Diri, Amerika Bersiap Menghadapi yang Terburuk di Iran

Ini menandai pertama kalinya Washington mengkonfirmasi penggunaan drone-drone air tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung

HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
OPERASI AMFIBI - Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) saat menurunkan peralatan tempur dalam sebuah misi. Unit Marinir AS dilaporkan dikerahkan untuk melaksanakan operasi amfibi di Timur Tengah di tengah konflik terbuka negara tersebut melawan Iran. 

Dia memberi Teheran waktu hingga Jumat malam untuk mencapai kesepakatan sebelum mengebom fasilitas energi tersebut.

Trump menegaskan bahwa perpanjangan itu dilakukan atas permintaan Iran.

Namun, beberapa mediator mengindikasikan bahwa Iran belum meminta penghentian sementara serangan terhadap pembangkit listrik selama 10 hari, dan bahwa mereka belum memberikan tanggapan akhir terhadap proposal 15 poin Amerika untuk mengakhiri perang.

Hadiah dari Teheran

Iran mengizinkan beberapa kapal tanker minyak berbendera Pakistan untuk melewati Selat Hormuz, sebuah langkah yang digambarkan Trump sebagai "hadiah" bagi Amerika Serikat, menganggapnya sebagai bukti keseriusan kepemimpinan Iran dalam bernegosiasi.

Perlu dicatat bahwa Pakistan kemarin mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam pembicaraan tidak langsung melalui pesan yang disampaikan oleh Islamabad, dan bahwa pihak Iran sedang mempelajari proposal Amerika.

Hal ini terjadi ketika perang yang meletus pada 28 Februari antara Iran di satu pihak dan Israel serta Amerika di pihak lain memasuki hari ke-18, di tengah kekhawatiran internasional akan dampaknya terhadap kawasan dan ekonomi global, terutama dengan lumpuhnya pergerakan di Selat Hormuz yang vital, menyusul ancaman Iran.

 

 
 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved