Rabu, 29 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Melunak! Dorong Negosiasi dengan Iran di Tengah Perang yang Kian Memanas

AS buka pintu damai! Negosiasi dengan Iran didorong di tengah perang sengit. Korban meningkat, harga energi melonjak, dunia menanti akhir konflik.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Utusan Steve Witkoff menyebut AS siap bertemu Iran dan menunggu respons atas proposal damai 15 poin, termasuk penghentian pengayaan uranium.
  • Marco Rubio menegaskan AS ingin menghentikan operasi militer dalam beberapa pekan, mengandalkan serangan udara dan tekanan diplomatik tanpa pasukan darat.
  • Perang telah menewaskan 1.340 orang di Iran, memicu serangan balasan, lonjakan harga energi, gangguan Selat Hormuz, dan menewaskan 13 personel militer AS.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat dibawah pimpinan Donald Trump mulai melunak, membuka peluang jalur diplomasi baru di tengah konflik yang masih memanas dengan Iran.

Utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, menyatakan bahwa Washington berharap dapat segera menggelar pertemuan langsung dengan Teheran dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Witkoff dalam sebuah forum investasi di Miami pada Jumat (27/3/2026).

Dalam kesempatan itu dalam mengungkap optimisme bahwa proses diplomasi bisa segera dimulai, meski belum memastikan waktu pasti pertemuan tersebut.

“Kami berharap pertemuan bisa terjadi dalam waktu dekat. Kami telah mengajukan proposal dan menunggu respons dari Iran,” ujar Witkoff, sebagaimana dikutip dari The Times of Israel.

Witkoff juga menjelaskan bahwa Amerika Serikat telah menyodorkan proposal berisi 15 poin sebagai dasar kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama sekitar satu bulan.

Salah satu poin utama dalam proposal tersebut adalah tuntutan penghentian program pengayaan uranium Iran.  Washington menilai langkah ini penting untuk mencegah munculnya kekuatan nuklir baru di kawasan Timur Tengah.

Menurut Witkoff, adanya perpanjangan tenggat waktu dari pihak Iran menjadi sinyal positif bagi kelanjutan negosiasi. 

Ia juga menyebut bahwa komunikasi antara kedua negara masih berlangsung, meski dengan pendekatan yang berbeda.

Sementara itu dalam perkembangan terbaru, Iran dilaporkan mulai mengizinkan sejumlah kapal melintasi Selat Hormuz. Langkah ini dinilai sebagai indikasi awal adanya ruang kompromi dalam konflik yang telah mengganggu jalur distribusi energi global.

Witkoff menilai kebijakan tersebut sebagai “pertanda baik” yang dapat membuka jalan menuju perundingan lebih lanjut.

“Presiden menginginkan solusi damai. Namun, tekanan tetap diperlukan agar pihak lain mau duduk di meja perundingan,” katanya.

Baca juga: Sebulan Perang Iran Vs AS-Israel: Ada 5 Tujuan Trump, Belum Semua Terpenuhi karena Sulit Dicapai

AS Targetkan Akhiri Operasi Militer dalam Hitungan Pekan

Lebih lanjut melalui Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pemerintah AS menegaskan bahwa Washington menargetkan penghentian operasi dalam hitungan pekan, bukan bulan.

Pernyataan ini menandai adanya perubahan pendekatan di tengah konflik yang terus memanas. 

Rubio menyebut bahwa tujuan strategis Amerika Serikat diyakini dapat dicapai tanpa perlu mengerahkan pasukan darat, dengan mengandalkan kombinasi serangan udara dan tekanan diplomatik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved