Selasa, 2 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

3.000 Aksi No Kings Guncang AS: Warga Serentak Protes Trump, Perang Iran, dan Krisis Ekonomi

Lebih dari 3.000 aksi No Kings meletus di AS, warga protes kebijakan Trump, perang Iran, dan melonjaknya biaya hidup.

Tayang:

Menariknya, aksi “No Kings” tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang dikenal sebagai basis Partai Demokrat, tetapi juga meluas ke daerah yang cenderung mendukung Partai Republik.

Menurut penyelenggara, hampir setengah dari aksi berlangsung di wilayah konservatif.

Negara bagian seperti Texas, Florida, dan Ohio masing-masing mencatat lebih dari 100 demonstrasi.

Selain itu, aksi juga digelar di komunitas terpencil seperti Kotzebue di Alaska, menunjukkan bahwa gerakan ini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Di Michigan, ribuan orang berkumpul di Gedung Capitol negara bagian sebagai bagian dari demonstrasi terbesar di wilayah tersebut.

News From The States melaporkan, aksi di Michigan menjadi salah satu yang paling signifikan dalam gelombang terbaru ini.

Partisipasi Luas dari Berbagai Kalangan

Demonstrasi ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari aktivis, pekerja, politisi lokal, hingga warga biasa.

Baca juga: Serangan Presisi Iran Hancurkan E-3G Sentry, Pesawat Komando dan Kendali Udara Amerika Serikat

Sejumlah demonstran mengaku terdorong oleh kombinasi isu ekonomi dan politik. Ada pula yang menyoroti hak-hak sipil, transparansi pemerintah, serta kebijakan luar negeri.

Seorang warga Detroit mengatakan bahwa ia khawatir dengan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan perang.

Di sisi lain, aktivis komunitas melihat aksi ini sebagai momentum untuk membangun solidaritas dan memperkuat jaringan gerakan sosial di tingkat lokal.

Gelombang Ketiga yang Kian Membesar

Aksi “No Kings” kali ini merupakan gelombang ketiga setelah dua demonstrasi sebelumnya yang juga diikuti jutaan orang.

Para penyelenggara menyebut gerakan ini sebagai respons terhadap apa yang mereka anggap sebagai ancaman terhadap demokrasi, hak-hak sipil, dan supremasi hukum.

Seorang anggota legislatif Michigan, Emily Dievendorf, mengatakan bahwa aksi ini didorong oleh kecintaan terhadap negara dan keinginan untuk memperjuangkan perubahan.

Dengan jumlah peserta yang terus meningkat dan jangkauan yang semakin luas, gerakan “No Kings” diperkirakan akan terus berkembang di tengah meningkatnya ketegangan politik dan ekonomi di Amerika Serikat.

(Tribunnews.com/Andari Wulan NUgrahani)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved