Iran Vs Amerika Memanas
Perang Iran Hari ke-30 Kian Tak Terkendali, Timur Tengah di Ambang Konflik Besar
Perang Iran memasuki hari ke-30, serangan meluas lintas kawasan, diplomasi digenjot, dan risiko konflik besar kian meningkat.
Sementara itu di Irak, serangan udara menargetkan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), menambah ketegangan di negara yang kini berada di antara pengaruh Iran dan Amerika Serikat.
Kelompok Houthi di Yaman juga dilaporkan mulai terlibat dengan meluncurkan serangan rudal ke Israel, memperluas spektrum konflik di kawasan.
Tekanan Global dan Krisis Energi
Baca juga: 3.000 Aksi No Kings Guncang AS: Warga Serentak Protes Trump, Perang Iran, dan Krisis Ekonomi
Konflik yang berkepanjangan mulai berdampak pada ekonomi global.
Harga energi dilaporkan terus meningkat di tengah gangguan pasokan dan meningkatnya ketegangan di jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Pakistan bahkan mengamankan kesepakatan dengan Iran untuk memastikan jalur pelayaran tetap terbuka bagi kapal-kapalnya di tengah ancaman krisis energi.
Diplomasi dan Risiko Konflik Lebih Luas
Di tengah meningkatnya eskalasi, upaya diplomatik terus dilakukan.
Pertemuan di Islamabad menjadi salah satu langkah untuk meredakan konflik yang berpotensi meluas menjadi perang regional.
Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda penurunan intensitas serangan, sementara masing-masing pihak terus memperkuat posisi militernya.
Situasi ini membuat Timur Tengah dinilai berada di ambang konflik besar jika tidak segera dicapai kesepakatan damai.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)