Iran Vs Amerika Memanas
Media Israel Haaretz: 8 dari 10 Rudal yang Diluncurkan Iran Berhasil Menghantam Target
Dalam laporan terbarunya, Haaretz menyebutkan, delapan dari sepuluh rudal balistik yang diluncurkan Iran berhasil mencapai target.
Iran sendiri menggunakan berbagai jenis rudal balistik dengan kemampuan penetrasi tinggi. Salah satunya adalah Fattah 2 yang dilengkapi teknologi hipersonik, serta varian sebelumnya, Fattah, yang menggunakan kendaraan masuk ulang bermanuver.
Teknologi ini memungkinkan rudal menghindari sistem pencegat dan tetap mengenai target dengan akurasi tinggi.
Rekaman yang beredar menunjukkan rudal-rudal Iran mampu menghindari beberapa lapis intersepsi sebelum akhirnya menghantam sasaran.
Selain itu, penggunaan hulu ledak ganda juga semakin menyulitkan sistem pertahanan dalam melakukan pencegatan secara efektif.
Serangan Iran juga diklaim berhasil menghancurkan sistem radar bernilai tinggi milik AS, termasuk AN/FPS-132 di Qatar serta dua radar AN/TPY-2 di Yordania dan Uni Emirat Arab.
Kehilangan ini membuat sistem pertahanan semakin bergantung pada radar berbasis kapal dan satu stasiun radar tersisa di Turki.
Rudal Tomahawk
Di sisi lain, kekhawatiran besar muncul dari dalam Pentagon terkait cepatnya pengurasan stok rudal jelajah BGM-109 Tomahawk milik Angkatan Laut Amerika Serikat.
Dalam empat minggu pertama konflik, diperkirakan sekitar 900 hingga 1.000 rudal telah digunakan dari total persediaan yang berkisar antara 3.000 hingga 4.500 unit.
Penggunaan dalam jumlah besar ini dipicu oleh sulitnya menembus pertahanan udara Iran.
Berbeda dengan konflik sebelumnya di Irak atau Libya, di mana pertahanan musuh dapat dengan cepat dilumpuhkan, Iran justru mampu mempertahankan sistem pertahanannya, sehingga memaksa AS menggunakan rudal jarak jauh yang mahal secara terus-menerus.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait keberlanjutan operasi militer AS. Dengan biaya per unit mencapai sekitar 3,6 juta dolar AS, penggantian rudal yang telah digunakan diperkirakan menelan biaya hingga miliaran dolar.
Bahkan, sejumlah pejabat menyebut stok yang tersisa di kawasan Timur Tengah berada pada level yang mengkhawatirkan.
Jika konflik berkepanjangan, dampaknya tidak hanya terbatas pada perang melawan Iran, tetapi juga pada kesiapan militer AS di kawasan lain seperti Arktik, Selat Taiwan, hingga Semenanjung Korea.
Pengurasan besar-besaran ini mencerminkan tantangan serius dalam mempertahankan dominasi militer global di tengah perang berintensitas tinggi yang berkepanjangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/GAME-CHANEGR-Peluncuran-rudal-Qassem-Basir-oleh-militer-Iran.jpg)