Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.497, Zelenskyy Tak Mau Dipaksa Menyerah
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.497, Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan negaranya menolak jika dipaksa menyerahkan wilayah untuk damai dengan Rusia.
Di sisi lain, AS turut berperan dalam upaya mediasi damai antara kedua negara. Namun, proses tersebut sempat terganggu oleh keterlibatan AS dalam ketegangan dengan Iran, yang mengalihkan sebagian fokus dari penyelesaian perang di Ukraina.
Di tengah perang Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, berikut ini perkembangan yang dirangkum dari berbagai sumber:
-
Ukraina Resmikan Perjanjian Pertahanan dengan Bulgaria
Ukraina menandatangani perjanjian pertahanan 10 tahun dengan Bulgaria, produsen senjata utama, yang mencakup produksi drone dan senjata lainnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dia "sangat senang" dengan kesepakatan tersebut, yang ditandatangani selama kunjungan perdana menteri sementara Bulgaria, Andrey Gyurov, ke Kyiv pada Senin (30/3/2026).
"Perjanjian tersebut mencakup produksi bersama, di wilayah negara kita, berbagai jenis senjata, termasuk drone," kata Zelenskyy pada konferensi pers.
"Jangka waktu perjanjian tersebut akan memungkinkan untuk mensistematiskan" kerja sama keamanan," kata Zelenskyy, khususnya untuk mengikuti perkembangan pesat teknologi drone, senjata kunci dalam perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia.
Bulgaria, yang sekarang menjadi anggota NATO dan Uni Eropa, merupakan bagian dari blok komunis selama Perang Dingin.
Selama beberapa dekade, Bulgaria memproduksi amunisi dan senjata dengan standar Soviet, yang juga digunakan oleh tentara Ukraina.
Sofia telah mengirimkan sejumlah besar senjata ke Kyiv.
Gyurov memuji kesepakatan itu sebagai hasil dari persiapan yang panjang.
"Ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen bersama untuk keamanan Euro-Atlantik kita," tambahnya, seperti diberitakan The Guardian.
-
2 Orang Tewas dan 20 Terluka Dalam Serangan Rusia
Serangan Rusia di Ukraina tengah dan utara pada hari Senin menewaskan dua orang dan melukai lebih dari 20 orang, menurut laporan pejabat regional.
"Di dekat kota Poltava di Ukraina tengah, puing-puing yang jatuh dari drone menewaskan satu orang, melukai tiga orang, dan merusak sebuah gedung apartemen bertingkat tinggi," kata gubernur regional, Vitaliy Diakivnych.
Serangan drone dan serangan artileri menewaskan satu orang di wilayah Dnipropetrovsk yang berdekatan dekat kota Nikopol, menurut laporan gubernur regional Oleksandr Ganzha.
Dua orang terluka di kota itu dan 12 orang di seluruh wilayah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKYY-45454we546et6.jpg)