Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.497, Zelenskyy Tak Mau Dipaksa Menyerah
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.497, Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan negaranya menolak jika dipaksa menyerahkan wilayah untuk damai dengan Rusia.
Pasukan Rusia melancarkan dua serangan dengan bom luncur di wilayah Sumy dekat perbatasan Rusia, melukai 13 orang, termasuk seorang anak berusia enam tahun, menurut laporan gubernur regional Oleh Hryhorov.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa sejumlah sekutu telah memberi sinyal kepada Ukraina untuk mengurangi serangan jarak jauh terhadap sektor energi Rusia, seiring melonjaknya harga energi global.
Zelenskyy menyatakan Kyiv siap menahan diri jika Moskow menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina, serta membuka peluang gencatan senjata saat Paskah.
Sumber menyebut pesan serupa juga disampaikan oleh pejabat Amerika Serikat dalam komunikasi rutin, dengan indikasi awal berasal dari Rusia.
Usai kunjungan ke Timur Tengah, Zelenskyy juga mengamankan dukungan energi, termasuk kesepakatan pasokan solar selama satu tahun untuk Ukraina.
-
AS Perpanjang Batas Negosiasi Aset Lukoil, Minat Investor Menguat
Amerika Serikat kembali memperpanjang tenggat negosiasi bagi perusahaan yang ingin membeli aset luar negeri milik Lukoil, untuk keempat kalinya hingga 1 Mei.
Langkah ini diambil setelah sanksi dijatuhkan pada 2025 terhadap raksasa energi Rusia tersebut.
Melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC), Washington memberi waktu tambahan untuk transaksi aset bernilai sekitar 22 miliar dolar AS.
Sanksi juga menyasar Rosneft guna menekan pendanaan Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Sejumlah investor besar dilaporkan tertarik, termasuk Carlyle Group, ExxonMobil, Chevron Corporation, hingga International Holding Company dan investor Austria Bernd Bergmair.
-
Khodorkovsky: Sanksi Barat Tak Goyahkan Posisi Putin
Miliarder Rusia yang kini hidup di pengasingan, Mikhail Khodorkovsky, menilai sanksi Barat terhadap Rusia belum mampu melemahkan posisi Presiden Rusia Vladimir Putin secara signifikan.
Menurutnya, kebijakan tersebut lebih bersifat simbolis ketimbang efektif di lapangan.
Ia menyebut para politisi Barat cenderung menggunakan sanksi untuk menarik simpati publik.
“Para politisi ingin membuat pemilih mereka terkesan, tetapi dalam praktiknya hal itu tidak realistis untuk diterapkan,” ujarnya.
Khodorkovsky juga menilai asumsi Barat bahwa tekanan terhadap para oligarki dapat memaksa mereka memengaruhi Kremlin adalah keliru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKYY-45454we546et6.jpg)