Iran Vs Amerika Memanas
Trump Ngamuk! Inggris dan Prancis Tolak Bantu AS-Israel Serang Iran, Sebut Pengecut
Inggris dan Prancis membuat Presiden AS, Donald Trump marah besar setelah kedua negara sekutu NATO itu menolak membantu dalam invasi Iran.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS, Donald Trump meluapkan kemarahannya melalui akun media sosial X, setelah negara-negara Uni Eropa (UE) menolak untuk membantu dalam invasi ke Iran.
- Trump menganggap bahwa negara-negara Eropa dianggap "lepas tangan" dalam konflik militer yang melibatkan AS dan Iran.
- Presiden AS tersebut bahkan tak segan menjuluki para pemimpin sekutunya itu sebagai sosok yang pengecut.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meluapkan kemarahannya kepada negara-negara Uni Eropa (UE).
Trump secara terang-terangan menyerang dua sekutu terdekatnya, Inggris dan Prancis setelah keduanya menolak untuk membantu AS dan Israel dalam melakukan invasi ke Iran.
Ia menganggap bahwa negara-negara Eropa dianggap "lepas tangan" dalam konflik militer yang melibatkan AS dan Iran.
Presiden AS tersebut bahkan tak segan menjuluki para pemimpin sekutunya itu sebagai sosok yang pengecut.
"Kepada semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris yang menolak terlibat dalam dekapitasi Iran, saya punya saran: Pertama, belilah dari AS, kami punya persediaan melimpah," tulis Trump melalui media sosial X, mengutip CNBC.
"Dan kedua, kumpulkan keberanian yang tertunda, pergilah ke Selat itu, dan AMBIL SENDIRI. Kalian harus mulai belajar bagaimana melakukannya tanpa bantuan kami," tegasnya.
Serangan verbal ini bukan tanpa alasan. Hubungan AS dengan blok NATO memang tengah berada di titik nadir.
Sebelumnya, Italia dilaporkan menolak memberikan izin bagi pesawat tempur AS untuk mendarat di pangkalan Sisilia.
Spanyol pun melakukan hal serupa dengan menutup ruang udaranya bagi militer Amerika.
Melihat penolakan masif dari Eropa, Trump memberikan peringatan keras bahwa AS tidak akan lagi menjadi "satpam" dunia secara cuma-cuma.
Ia mengancam bahwa masa depan NATO akan "sangat suram" jika negara-negara anggotanya tetap bersikap pasif.
Baca juga: Landasan Ditutup, Italia Tegas Tolak Pesawat Pengebom AS Mendarat, Ogah Terseret Perang Iran
Menanggapi kemarahan Trump, pihak Prancis menyatakan bahwa komentar tersebut "tidak layak untuk ditanggapi".
Sementara itu, pemerintah Inggris terus menekankan pentingnya solusi diplomatik meskipun ditekan habis-habisan oleh Washington.
Eropa Nyatakan Ogah Ikut Campur
Para pemimpin UE secara resmi menyatakan penolakan mereka untuk terlibat secara militer di Selat Hormuz.
Keputusan ini diambil di tengah memanasnya situasi perang antara AS-Israel melawan Iran yang kian tak menentu.