Senin, 4 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Prediksi Iran Terbukti, Tujuan Perang AS di Ambang Kegagalan, Selat Hormuz Masih Tertutup Rapat

Prediksi Iran di awal perang yang menyebut tujuan AS untuk menguasai minyak Teheran terbukti gagal. Kini, Selat Hormuz masih tertutup rapat.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Tujuan perang Presiden AS, Donald Trump di Iran tampaknya menemui kegagalan.
  • Trump menyebut perang antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama sebulan terakhir akan segera berakhir dalam hitungan minggu.
  • Pernyataan Trump ini membuat prediksi Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani di awal perang terbukti.

TRIBUNNEWS.COM - Prediksi Iran kini sudah terbukti soal tujuan perang Amerika Serikat (AS) yang akan berakhir gagal.

Presiden AS, Donald Trump semakin yakin bahwa dirinya tidak dapat menjanjikan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai persyaratan untuk menyatakan misi selesai dalam perang dengan Iran.

Banyak pejabat tinggi di Gedung Putih menyadari bahwa membuka kembali jalur pasokan minyak yang dikendalikan oleh Teheran adalah tujuan penting.

Tidak hanya untuk mengakhiri perang, tetapi juga untuk menurunkan harga minyak dan gas yang meroket, yang dengan cepat menjadi beban utama bagi Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu bulan November.

Namun, saat mereka menghadapi tenggat waktu empat hingga enam minggu yang ditetapkan sendiri oleh Trump untuk mengakhiri perang, para pejabat tinggi pemerintahan secara pribadi mengakui bahwa mereka tidak dapat mencapai tujuan militer dengan cepat.

Mengutip dari CNN, para pejabat dan banyak orang di komunitas intelijen memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, untuk mengembalikan Selat Hormuz ke status operasional penuh.

Sebaliknya, Trump telah berkomunikasi secara terbuka kepada para ajudan dan sekutunya, bahwa ia percaya negara-negara lain perlu memikul sebagian beban tersebut.

Ia berpendapat bahwa karena banyak negara Eropa lebih bergantung pada selat tersebut untuk minyaknya, mereka juga harus bertanggung jawab untuk membantu memulihkannya.

"Apa pun yang terjadi pada selat itu, kita tidak akan ikut campur," tegas Trump, Selasa (31/3/2026).

Dia mengatakan harga bensin akan turun dengan cepat di Amerika Serikat begitu perang berakhir.

Trump berpendapat bahwa ia yakin selat tersebut akan lebih mudah dibuka kembali setelah permusuhan dengan Iran berakhir.

Baca juga: Iran Ancam Hancurkan Starlink Elon Musk, Konflik Meluas Jadi Perang Teknologi

Ia dan Gedung Putih juga menepis kekhawatiran terkait potensi dampak jangka panjang perang terhadap harga bensin.

"Angka-angka itu akan turun ketika kita pergi, ketika semuanya sudah berakhir," katanya kepada CBS News.

Prediksi Iran Terbukti

Sebelumnya di awal perang, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani sempat menilai bahwa Washington telah melakukan kesalahan fatal dalam memprediksi situasi di Iran dengan mencoba menerapkan "skenario Venezuela" di Teheran.

Larijani menegaskan bahwa kegagalan AS berakar pada ketidakpahaman mereka terhadap dinamika sosial dan politik yang kompleks di Asia Barat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved