Iran Vs Amerika Memanas
Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Profesor China Prediksi Amerika Kalah Perang
Mengklaim Iran minta gencatan senjata, Trump mengklarifikasi kalau gencatan senjata hanya akan dipertimbangkan ketika Selat Hormuz dibuka
Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Profesor China Prediksi Amerika Kalah Perang
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengklaim kalau Iran sudah mengajukan gencatan senjata, beberapa hari sebelum ultimatum yang dia keluarkan berakhir.
Trump diketahui mengeluarkan ultimatum awal pada 20 Februari 2026 agar Iran menyepakati negosiasi soal nuklir hingga 10 sampai 15 hari kalau tidak mau serangan AS menyasar fasilitas energi Iran.
Baca juga: Uni Emirat Arab Gabung AS dalam Perang Lawan Iran? Mau Buka Paksa Blokade Selat Hormuz
Belakangan, Trump mengumumkan kalau tenggat waktu yang ditetapkan itu mundur menjadi 6 April 2026, dengan alasan Iran sendiri yang memintanya di tengah negosiasi yang tengah berjalan.
Di sisi lain, Iran, dalam beberapa pernyataan sejumlah pejabat pemerintahan dan militer, termasuk petinggi Garda Revolusi Iran (IRGC) membantah telah terjadi komunikasi dengan pihak AS.
Iran juga membantah adanya kesepakatan dalam hal apa pun dengan pihak AS.
Iran bersikeras, akan meneruskan responsnya atas serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 silam ke Teheran.
Setelah serangan AS-Israel itu, Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone ke sejumlah negara Arab yang menampung aset-aset AS. Iran juga secara langsung menyerang Israel.
Hal yang paling mencolok, penutupan Selat Hormuz, jalur transportasi vital bagi energi dunia.
Pada perkembangan terbaru, dalam unggahan media sosialnya, Trump mengklaim Iran mengajukan gencatan senjata.
Trump mengatakan “Presiden rezim baru Iran jauh tidak begitu radikal dan jauh lebih cerdas daripada para pendahulunya.”
Meski begitu, Trump mengklarifikasi kalau gencatan senjata hanya akan dipertimbangkan ketika Selat Hormuz “terbuka, bebas, dan jelas”.
"Sampai saat itu, AS akan terus “menembak”," katanya.
Profesor China Prediksi Trump dan AS Kalah Perang
Terkait eskalasi situasi yang berlangsung di Timur Tengah saat ini, Profesor asal Tiongkok, Xueqin Jiang, sudah memprediksi apa yang akan terjadi.
Jiang yang memiliki saluran YouTube populer bernama Predictive History, memprediksi kekalahan bagi AS dalam perang melawan Iran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TUJUAN-PERANG-AS-DI-IRAN-GAGAL-TOTAL.jpg)