Sabtu, 18 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Darurat Energi, Korea Selatan Berlakukan Ganjil-Genap Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia

Darurat energi! Korea Selatan siapkan ganjil-genap kendaraan dinas imbas lonjakan harga minyak. Negara Asia lain juga terapkan WFH dan hemat BBM.

Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Korsel siapkan kebijakan ganjil-genap kendaraan dinas akibat krisis BBM global. Lonjakan harga minyak dipicu konflik AS–Israel–Iran dan gangguan di Selat Hormuz.
  • Sistem berlaku mulai 6 April, mengganti rotasi 5 hari. Kendaraan hanya boleh beroperasi sesuai nomor pelat, guna menekan konsumsi BBM nasional.
  • Krisis energi juga picu kebijakan serupa di Asia: WFH di Malaysia dan Pakistan, libur tambahan di Sri Lanka, hingga dorongan hemat BBM di Vietnam dan peralihan ke mobil listrik di Thailand

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Korea Selatan tengah menyiapkan kebijakan pembatasan kendaraan dinas dengan sistem ganjil-genap sebagai respons atas krisis bahan bakar minyak (BBM) global yang kian memburuk.

Langkah ini dipicu oleh lonjakan harga energi dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pasca AS dan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari lalu, Garda Revolusi Iran (IRGC) mulai memperketat jalur perdagangan minyak dunia Selat Hormuz.

Pada awalnya, pembatasan hanya dilakukan untuk memukul balik serangan AS, namun gangguan pada jalur ini membuat distribusi energi global terganggu.

Penutupan jalur tersebut menyebabkan pasokan minyak tersendat dan harga energi melonjak drastis. Dampaknya langsung dirasakan negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi, termasuk Korea Selatan.

Mengantisipasi dampak krisis BBM yang kian mencekik, Pemerintah Korea Selatan kini memberlakukan kebijakan tersebut ganjil genap mulai 6 April, jika status peringatan keamanan pasokan minyak nasional dinaikkan ke level tiga.

Sistem baru ini akan menggantikan skema rotasi lima hari yang saat ini masih berlaku di lembaga publik.

Dalam skema ganjil-genap, kendaraan dinas hanya diizinkan beroperasi berdasarkan nomor pelat pada hari tertentu.

Artinya, kendaraan dengan pelat nomor ganjil hanya dapat digunakan pada tanggal ganjil, begitu pula sebaliknya. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan.

Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa penerapan aturan tersebut memerlukan persiapan matang.

Hal ini karena potensi gangguan terhadap aktivitas pegawai negeri, terutama dalam mobilitas harian dari dan ke tempat kerja. Hingga kini, keputusan final masih dalam tahap pertimbangan.

Sebelumnya, pemerintah telah memperketat sistem rotasi kendaraan lima hari dengan penegakan aturan yang lebih tegas.

Sanksi mulai diberlakukan bagi pelanggaran berulang, bahkan cakupan kendaraan diperluas hingga mencakup mobil kompak dan hibrida.

Baca juga: Asia Tercekik Krisis BBM! 7 Negara Lumpuh Imbas Perang Iran, Bagaimana Nasib Indonesia?

Negara Asia Lain Ambil Langkah Serupa

Tidak hanya Korea Selatan, sejumlah negara di Asia juga mulai menerapkan kebijakan darurat untuk menghemat energi.

Di Malaysia, Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara mulai 15 April.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved