Senin, 8 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Darurat Energi, Korea Selatan Berlakukan Ganjil-Genap Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia

Darurat energi! Korea Selatan siapkan ganjil-genap kendaraan dinas imbas lonjakan harga minyak. Negara Asia lain juga terapkan WFH dan hemat BBM.

Tayang:
Editor: Nuryanti

Selain sektor publik, pemerintah juga mendorong sektor swasta untuk mengikuti langkah serupa.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

“Kabinet telah menyetujui kebijakan kerja dari rumah. Ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan memastikan pasokan energi yang stabil,” ujar Anwar dalam pengarahan khusus, seperti dikutip AFP.

Langkah serupa juga diambil Sri Lanka. Presiden Anura Kumara Dissanayake menetapkan hari Rabu sebagai hari libur nasional untuk mengurangi penggunaan BBM.

Ia menegaskan bahwa negaranya harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk akibat krisis energi.

Sementara itu, Pakistan memberlakukan kebijakan 50 persen pegawai negeri bekerja dari rumah. Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga memperpanjang libur sekolah dan mengalihkan pembelajaran ke sistem daring guna menekan konsumsi energi.

Upaya ini diambil usai harga minyak dunia melonjak di atas 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.

Melambungnya harga minyak dunia ini sontak mengerek harga bensin dan solar Pakistan sebesar 55 rupee (sekitar Rp 3.316) per liter, kenaikan terbesar dalam sejarah negara itu.

Karena hampir seluruh kebutuhan energinya bergantung pada impor, inflasi di Pakistan sangat rentan terhadap fluktuasi harga bahan bakar global, alhasil pemerintah berupaya menekan pengeluaran warga dengan memberlakukan WFH.

Sementara itu di Vietnam, Kementerian Perdagangan meminta pelaku usaha mendorong karyawan mereka untuk bekerja dari rumah (WFH) guna menghemat konsumsi bahan bakar. Pemerintah juga menyerukan agar masyarakat tidak menimbun atau berspekulasi soal bahan bakar.

Vietnam termasuk negara yang paling terdampak oleh gangguan pasokan akibat perang Iran, mengingat ketergantungannya yang tinggi pada impor energi dari Timur Tengah.

Berbeda dengan negara lain, Thailand justru melihat peluang di tengah krisis ini. Lonjakan harga BBM mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).

Asosiasi Kendaraan Listrik Thailand memproyeksikan penjualan mobil listrik bisa mencapai 120.000 unit pada 2026. Peralihan ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved