Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Asia Tercekik Krisis BBM! 7 Negara Lumpuh Imbas Perang Iran, Bagaimana Nasib Indonesia?

Asia krisis BBM! 7 negara lumpuh imbas perang Iran, dari transportasi hingga sekolah terdampak. Indonesia aman atau ikut terancam? Simak selengkapnya!

Ringkasan Berita:
  • Perang yang melibatkan Iran membuat jalur minyak dunia terganggu, memicu lonjakan harga energi dan mengguncang pasokan global, terutama ke Asia.
  • Filipina hingga Sri Lanka mengalami krisis BBM dengan dampak beragam: darurat energi, penerbangan dipangkas, transportasi terganggu, hingga sekolah ditutup dan pembatasan BBM.
  • Indonesia masih aman sementara berkat subsidi dan diversifikasi energi, namun tetap rentan jika krisis berkepanjangan dan harga minyak global terus naik.

TRIBUNNEWS.COM - Krisis bahan bakar minyak (BBM) global kian meluas setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu penutupan jalur strategis Selat Hormuz.

Jalur laut yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia itu kini hanya bisa dilewati segelintir kapal setiap hari, memicu lonjakan harga energi dan gejolak pasar global.

Dampak paling terasa terjadi di kawasan Asia, yang menyerap hampir 90 persen distribusi minyak dan gas dari jalur tersebut.

Sejumlah negara mulai menerapkan kebijakan darurat, mulai dari pembatasan konsumsi energi hingga penyesuaian aktivitas ekonomi demi menghemat pasokan.

Berikut daftar negara yang mengalami krisis BBM imbas perang AS-Israel lawan Iran.

  1. Filipina

Buntut perang yang memanas, pemerintah Filipina di bawah Presiden Ferdinand Marcos Jr. resmi menetapkan status darurat energi nasional sebagai respons terhadap terganggunya pasokan BBM dan gas.

"Deklarasi keadaan darurat energi nasional akan memungkinkan pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah responsif dan terkoordinasi berdasarkan undang-undang yang ada untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh gangguan dalam pasokan energi global dan ekonomi domestik," kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dikutip dari Reuters.

 Deklarasi tersebut akan berlaku selama satu tahun sehingga memberi wewenang kepada pemerintah untuk membeli bahan bakar dan produk minyak bumi lebih banyak guna memastikan pasokan tepat waktu dan mencukupi.

Jika perlu, pembayaran dilakukan sebagian dari jumlah kontrak di muka. Selain itu, pemerintah bahkan mempertimbangkan penghentian operasional penerbangan untuk menekan konsumsi bahan bakar.

Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman terhadap stabilitas energi nasional.

Baca juga: Atasi Krisis BBM, Malaysia Pangkas Kuota Subsidi dan Terapkan WFH bagi ASN

2. Vietnam

Di Vietnam, tekanan paling besar dirasakan pada industri penerbangan. 

Maskapai nasional terpaksa memangkas puluhan jadwal penerbangan domestik setiap pekan sebagai respons terhadap keterbatasan pasokan bahan bakar pesawat (avtur) dan lonjakan harga yang signifikan.

Otoritas penerbangan setempat menyebutkan bahwa kenaikan harga energi telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran akan kelangkaan pasokan di dalam negeri.

Tidak hanya sektor udara, lonjakan harga juga terjadi pada bahan bakar darat. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved