Sabtu, 11 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Tepis Keresahan Krisis BBM, Pemerintah Australia Minta Warga Liburan Paskah Seperti Biasa

Australia, yang mengandalkan impor untuk sekitar 90 persen kebutuhan bahan bakarnya, mulai merasakan dampak kekurangan pasokan BBM di masa Paskah

Penulis: Bobby W
HO/IST/dok. The Guardian/Teresa Suarez/EPA
ILUSTRASI BBM KOSONG - Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Total Energies di Montreuil, Paris, yang tutup karena kehabisan stok BBM setelah diserbu warga karena panic buying, Rabu 1 April 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Australia meminta warga tetap menjalankan rencana libur Paskah dan tidak perlu takut akan kelangkaan, namun dilarang keras menimbun BBM.
  • Sebanyak 312 dari 8.000 SPBU (terutama di wilayah pedalaman Australia) kehabisan stok solar akibat terhambatnya distribusi dan dampak perang Iran yang memasuki minggu keenam.
  • Australia saat ini hanya memiliki cadangan bensin untuk 39 hari, solar 29 hari, dan bahan bakar jet 30 hari karena ketergantungan impor sebesar 90 persen.

 

TRIBUNNEWS.COM - Menepis keresahan terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), pemerintah Australia mengimbau warga untuk tetap menjalankan rencana perjalanan libur akhir pekan Paskah mereka seperti biasanya.

Imbauan ini menjadi perhatian warga Australia mengingat ratusan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama di wilayah pedesaan Australia, dikabarkan mengalami krisis pasokan BBM pada Sabtu (4/4/2026).

Kondisi ini terjadi seiring berlanjutnya perang Iran yang terus menekan ketersediaan pasokan bahan bakar nasional di negara tersebut.

Menteri Energi Australia, Chris Bowen, dalam keterangan yang disiarkan televisi memberikan pesan khusus kepada warga yang hendak merayakan hari besar tersebut.

"Paskah adalah waktu yang sangat istimewa untuk iman dan keluarga," kata Chris Bowen.

Namun demikian, Bowen mewanti-wanti agar warganya tidak memanfaatkan regulasi BBM di Australia yang cukup rileks ini untuk menimbun bahan bakar.

"Kami mendorong orang-orang untuk merasa bebas mengikuti rencana Anda, pergi dan temui keluarga Anda, pergi beristirahat , namun demikian jangan membeli bahan bakar lebih dari yang Anda butuhkan," pungkas Bowen

Dampak Konflik Timur Tengah

Australia, yang mengandalkan impor untuk sekitar 90 persen kebutuhan bahan bakarnya, mulai merasakan dampak kekurangan pasokan lokal akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang kini memasuki minggu keenam.

Melansir dari Reuters, krisis ini menyebabkan sebagian warga terpaksa membatalkan rencana perjalanan mereka untuk libur panjang akhir pekan.

Keputusan untuk membatalkan perjalanan ini menjadi sorotan bagi warga di Negeri Kangguru mengingat periode Paskah biasanya menjadi salah satu waktu perjalanan tersibuk di Australia.

Keresahan warga Australia ini juga didasari oleh pernyataan Menteri Bowen yang merinci bahwa saat ini negaranya memiliki cadangan bensin untuk 39 hari, solar untuk 29 hari, dan bahan bakar jet untuk 30 hari ke depan.

Baca juga: Beasiswa LPDP-Australia Awards Scholarships 2026 Dibuka, Cek Daftar Program Studi dan Syaratnya

"Jumlah total stasiun layanan tanpa solar di Australia, yang merupakan titik tekanan utama, adalah 312 dari sekitar 8.000 stasiun layanan," ujar Bowen.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar SPBU yang terdampak berada di daerah pedalaman atau pedesaan, mengingat pengisian ulang stok bahan bakar di wilayah tersebut memerlukan waktu yang lebih lama.

Peringatan Perdana Menteri

Sementara itu, Perdana Menteri Anthony Albanese dalam pidato kenegaraannya minggu ini, memberikan peringatan keras mengenai dampak ekonomi dari perang tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved