Rabu, 15 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

2 Jet Tempur AS Berhasil Ditembak Iran, Pilot Masih Hilang, Pertama Kali dalam Beberapa Dekade

Dua jet tempur AS, F-15E dan A-10 berhasil ditembak jatuh oleh Iran. Kini, pencarian pilot jet F-15E masih berlangsung.

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak dua jet tempur milik Amerika Serikat (AS), F-15E dan A-10, dilaporkan ditembak jatuh oleh Iran pada Jumat (3/4/2026).
  • Insiden ini menandai pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade pesawat tempur AS berhasil dilumpuhkan oleh tembakan musuh.
  • Satu kru lainnya dilaporkan telah berhasil diselamatkan dalam operasi penyelamatan yang menegangkan pada hari Jumat, namun rekannya masih raib di wilayah musuh.

TRIBUNNEWS.COM - Dua jet tempur Amerika Serikat (AS), F-15E dan A-10, dilaporkan jatuh akibat tembakan militer Iran dalam operasi tempur, Jumat (3/4/2026).

Insiden ini memicu operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) besar-besaran di wilayah Iran untuk menemukan satu awak jet yang masih hilang.

Perlu diketahui, insiden ini menandai pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade pesawat tempur AS berhasil dilumpuhkan oleh tembakan musuh.

Satu kru lainnya dilaporkan telah berhasil diselamatkan dalam operasi penyelamatan yang menegangkan pada hari Jumat, namun rekannya masih raib di wilayah musuh.

Mengutip The Guardian, Pentagon mengerahkan armada elit, termasuk helikopter Pave Hawk dan pesawat angkut C-130 Hercules, yang menyisir medan dengan ketinggian rendah.

Operasi ini tidak berjalan mulus; sebuah helikopter Pave Hawk dilaporkan sempat terkena tembakan dari darat, meski berhasil meloloskan diri.

Di sisi lain, Iran melalui media pemerintahnya mulai meluncurkan "perang saraf".

Mereka merilis foto-foto puing ekor jet F-15 dan kursi lontar yang ditemukan di lokasi kejadian.

Tak tanggung-tanggung, pemerintah dan pengusaha lokal di Iran bahkan menjanjikan imbalan besar atau sayembara bagi siapa saja yang berhasil menangkap awak AS tersebut hidup-hidup.

Meski situasi di lapangan memanas, Presiden AS Donald Trump bersikap tenang.

Ia menegaskan insiden jatuhnya jet tempur ini tidak akan mengganggu rencana negosiasi damai dengan Teheran.

Baca juga: Viral Kedubes Iran Sindir Bergantinya Rezim AS, Unggah Foto Jenderal Pentagon yang Kena Pecat

"Ini adalah perang. Kita sedang berada dalam kondisi perang," ujarnya singkat saat diwawancarai media.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

Selain F-15, sebuah pesawat serbu A-10 Warthog milik AS juga dilaporkan jatuh di dekat Selat Hormuz di hari yang sama.

Meski pilot A-10 berhasil dievakuasi, rentetan jatuhnya pesawat canggih ini membuktikan pertahanan udara Iran masih menjadi ancaman serius bagi supremasi udara AS.

Pernyataan Kontradiktif Gedung Putih

Jatuhnya dua pesawat canggih ini menjadi pukulan telak bagi narasi pemerintahan Donald Trump.

Sebelumnya, Trump berulang kali mengklaim militer AS telah menguasai ruang udara Iran sepenuhnya dan menghancurkan radar lawan hingga "100 persen".

Mengutip Washington Post, Meski situasi memanas, Trump tampak tenang saat memberikan keterangan singkat kepada awak media.

Ia menegaskan insiden jatuhnya pesawat ini tidak akan menghentikan langkah diplomatik yang sedang diupayakan untuk mengakhiri perang.

Misi penyelamatan ini disebut-sebut sebagai momen paling berbahaya bagi militer AS sejak konflik pecah.

Pasukan khusus Amerika harus berpacu dengan waktu di bawah ancaman tembakan artileri Iran.

Baca juga: Jet Tempur AS Jatuh di Iran, Pilot Diburu Lewat Sayembara Berhadiah

Bahkan, dua helikopter SAR yang dikirim untuk mengevakuasi korban dilaporkan turut terkena tembakan Iran hingga melukai sejumlah personel di dalamnya.

"Semakin lama seseorang berada di darat di wilayah musuh, semakin kecil peluang untuk menyelamatkan mereka dengan aman," ujar pensiunan Jenderal James Slife, mantan komandan Operasi Khusus Angkatan Udara AS.

IRGC Puji Keberhasilan Suku-suku Iran

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas suku-suku lokal di Iran yang dianggap berhasil melumpuhkan kekuatan udara lawan.

Dalam laporan terbaru, IRGC mengonfirmasi dua helikopter jenis Black Hawk jatuh setelah ditembak oleh kelompok suku di wilayah terpencil.

Pernyataan ini tertuang dalam rilis resmi Operasi "True Promise" No. 55 yang menandai hari ke-35 konflik.

IRGC menyebut aksi heroik warga sipil dari suku-suku di Provinsi Kohgiluyeh, Boyer-Ahmad, dan wilayah Bakhtiari ini sebagai bukti "kekuatan sejati" rakyat Iran.

Berdasarkan keterangan IRGC, kedua helikopter Black Hawk tersebut terdeteksi melanggar wilayah udara Iran secara ilegal.

Pesawat-pesawat itu diduga kuat sedang menjalankan misi pencarian dan penyelamatan untuk mengevakuasi pilot dari jet tempur F-15 yang sebelumnya telah ditembak jatuh.

Namun, misi tersebut digagalkan oleh unit-unit pertahanan suku di daerah pegunungan yang melepaskan tembakan secara mandiri hingga mengenai target.

Pihak IRGC menilai, keberanian komunitas suku ini mencerminkan loyalitas mendalam mereka dalam menjaga kedaulatan wilayah Iran.

Langkah ini juga menunjukkan perlawanan terhadap ancaman luar tidak hanya datang dari militer formal, tetapi juga dari elemen masyarakat akar rumput.

"Mobilisasi massa yang luas dari berbagai lapisan masyarakat Iran telah mengejutkan pihak lawan. Ini adalah bentuk persatuan rakyat yang menuntut pembalasan atas tindakan Amerika Serikat dan Israel," tulis pernyataan resmi tersebut, Sabtu (4/4/2026), seperti yang diberitakan oleh WANA.

(Tirbunnews.com/Whiesa)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved