Selasa, 21 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ancaman Trump Kini Berbalut Makian, Komandan Markas Besar Komando Iran: Dia Gugup dan Bodoh 

Kata-kata kasar dan makian yang ke luar dari mulut Trump menggambarkan situasi psikologis yang dia hadapi saat ini. 

HO/IST/Tangkap Layar/X
TERPUTUS - Gambar tangkap layar media sosial yang menunjukkan Jembatan jalan raya B1, yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj di barat, terputus total setelah serangan udara Amerika Serikat, Kamis (2/4/2026). Iran merespons dengan memberikan ancaman menyerang delapan jembatan di negara Arab sekutu AS. 

Ancaman Trump Kini Berbalut Makian, Komandan Markas Besar Komando Iran: Dia Gugup dan Bodoh 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengulangi ancamannya ke Iran untuk segera menyepakati negosiasi penghentian perang dengan ultimatum dan tenggat waktu hanya 48 jam ke depan.

Hal yang menarik, ancaman kesekian kalinya dari Trump kali ini berbalut kata-kata kasar dan makian.

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya pada Minggu (5/4/2026), Trump mengatakan, "Hari Selasa akan menjadi "Hari (penghancuran) Pembangkit Listrik, Hari (penghancuran) Jembatan, semuanya dalam satu hari, di Iran."

Trump juga menambahkan kata-kata makian dalam ancamannya dengan mengatakan:

"Bukalah selat terkutuk itu, kalian bajingan, atau kalian akan hidup di neraka. Lihat saja!"

Sebelumnya, pada Sabtu kemarin, Trump menyatakan ancaman bernada sama yang menyebut bahwa "tinggal 48 jam lagi sebelum neraka turun menimpa mereka!" yang merujuk pada Iran, dengan mengatakan, "Pintu neraka akan terbuka untukmu."

Menuliskan ancaman ini juga di platform Truth Social, Trump saat itu mengatakan:

"Ingat ketika saya memberi Iran 10 hari untuk mencapai kesepakatan atau membuka Selat Hormuz? Waktu hampir habis - hanya 48 jam sebelum malapetaka menimpa mereka!"

TUJUAN PERANG - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump saat berpidato dalam upacara penganugerahan Medal of Honor di Gedung Putih, Senin (2/3/2026).
TUJUAN PERANG - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump saat berpidato dalam upacara penganugerahan Medal of Honor di Gedung Putih, Senin (2/3/2026). (Tangkap layar YouTube Euronews)

Gugup, Terhuyung, dan Bodoh

Ancaman Trump pada Sabtu itu sudah mendapat balasan dari Komando militer pusat Iran.

Komandan Markas Komando Pusat militer, Ali Abdullahi Abadi, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang menyiratkan kata-kata yang ke luar dari mulut Trump menggambarkan situasi psikologis yang dia hadapi saat ini. 

Dia menyebut ancaman Trump adalah "tindakan yang tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh."

Adapun seorang pejabat senior Israel mengatakan bahwa Israel sedang bersiap untuk menyerang fasilitas energi Iran, tetapi sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat.

Pejabat itu menambahkan bahwa serangan-serangan ini akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

 

 
 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved