Kamis, 16 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

AS Dan Iran Diisukan Setuju Gencatan Senjata,  Akankah Konflik Timur Tengah Mereda?

AS dan Iran diisukan sepakat gencatan senjata bertahap! Selat Hormuz jadi kunci damai, dunia menunggu apakah konflik Timur Tengah benar-benar mereda.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dikabarkan memasuki babak baru setelah kedua pihak disebut telah menerima usulan rencana gencatan senjata yang dapat mulai berlaku pada hari Senin (6/4/2026).

Isu ini mencuat usai sumber-sumber AS dan Israel mengungkap bahwa Kepala Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, telah melakukan kontak "sepanjang malam" dengan Wakil Presiden AS JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Tidak ada tanggapan langsung dari pejabat AS dan Iran. Sementara Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi menolak berkomentar.

Namun sejumlah pihak meyakini pertemuan tersebut menjadi salah satu upaya terbaru untuk meredakan konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Ynetnews yang dikutip dari sumber yang mengetahui proses diplomasi, rencana tersebut disusun melalui mediasi Pakistan dan telah disampaikan kepada kedua pihak melalui jalur komunikasi tidak langsung.

Skema diusulkan mencakup dua tahap utama, tahap pertama adalah gencatan senjata segera yang akan menghentikan seluruh aktivitas militer antara kedua pihak dalam waktu singkat setelah kesepakatan dicapai.

Langkah ini dimaksudkan untuk meredakan ketegangan di lapangan dan mencegah potensi perluasan konflik.

Setelah gencatan senjata diberlakukan, tahap kedua akan masuk ke fase negosiasi lanjutan selama sekitar 15 hingga 20 hari.

Pada periode ini, kedua pihak diharapkan membahas kesepakatan yang lebih luas dan permanen, termasuk mekanisme keamanan kawasan serta pengurangan eskalasi militer secara bertahap.

Salah satu poin paling krusial dalam proposal tersebut adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. 

Jalur strategis ini disebut akan kembali dibuka setelah gencatan senjata berlaku, sehingga arus perdagangan minyak global dapat kembali normal.

Iran Masih Kaji Proposal Gencatan Senjata

Baca juga: Jelang Tenggat Waktu dari Trump untuk Buka Selat Hormuz, AS-Israel Serang Iran Tewaskan 25 Orang

Namun, isu ini masih menjadi titik perdebatan karena Iran disebut belum menyetujui pembukaan selat sebagai syarat awal damai.

Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa Teheran memang telah menerima proposal tersebut, namun saat ini masih dalam tahap kajian dan belum memberikan keputusan resmi.

Iran menegaskan tidak akan menerima tekanan maupun tenggat waktu dalam proses pengambilan keputusan. Pemerintah Iran menilai bahwa setiap kesepakatan harus dibahas secara menyeluruh tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun, termasuk terkait waktu penetapan kesepakatan.

Salah satu poin yang menjadi penolakan utama Iran adalah usulan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai syarat gencatan senjata sementara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved