Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Serangan Iran Berulang Guncang UEA dan Kuwait, Warga Jadi Korban

Sebagian besar proyektil berhasil dicegat, namun puing-puing dari pencegatan tersebut tetap menimbulkan dampak di darat

Editor: Eko Sutriyanto
tangkapan layar
RUDAL IRAN - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah gelombang baru serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan Iran menghantam wilayah Uni Emirat Arab dan Kuwait. Serangan yang terjadi sejak akhir pekan hingga awal pekan ini tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur strategis, tetapi juga menyebabkan sejumlah korban luka di kedua negara. (PressTV) 
Ringkasan Berita:
  • Ketegangan di Teluk meningkat setelah serangan rudal dan drone Iran menghantam Uni Emirat Arab dan Kuwait, merusak infrastruktur dan melukai warga 
  • Meski sebagian besar berhasil dicegat, puing tetap menyebabkan korban dan kerusakan 
  • Serangan beruntun ini menandakan eskalasi konflik dan meningkatkan risiko ketidakstabilan kawasan

TRIBUNNEWS.COM,  ARAB SAUDI - Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah gelombang baru serangan rudal dan drone yang dikaitkan dengan Iran menghantam wilayah Uni Emirat Arab dan Kuwait.

Serangan yang terjadi sejak akhir pekan hingga awal pekan ini tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur strategis, tetapi juga menyebabkan sejumlah korban luka di kedua negara.

Insiden terbaru pada Senin memperlihatkan bagaimana sistem pertahanan udara kedua negara masih terus bekerja keras menghadapi ancaman berulang.

Otoritas menyebutkan bahwa sebagian besar proyektil berhasil dicegat, namun puing-puing dari pencegatan tersebut tetap menimbulkan dampak di darat.

Dampak Langsung: Korban Luka dan Kerusakan

Sementara itu di Kuwait, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serpihan proyektil yang jatuh di kawasan permukiman di bagian utara negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Kuwait mengatakan, meski sebagian besar luka bersifat ringan—seperti luka gores, gangguan pendengaran sementara, dan cedera akibat terjatuh—kejadian ini menunjukkan bahwa bahkan sistem pertahanan yang efektif sekalipun tidak sepenuhnya menghilangkan risiko bagi warga sipil.

Baca juga: Serangan Militer AS dan Israel Kini Incar Kampus, Diduga Ingin Hancurkan Masa Depan Teknologi Iran

Pihak berwenang menegaskan bahwa seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis dan berada dalam kondisi stabil.

Hal serupa juga terjadi di Kuwait, di mana militer menyatakan tengah merespons ancaman yang mereka sebut sebagai serangan bermusuhan, hanya beberapa jam setelah menghadapi serangan serupa sebelumnya.

"Pola serangan beruntun ini mengindikasikan intensitas konflik yang semakin meningkat," kata militer.

Respons Pertahanan

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka secara aktif menghadapi ancaman rudal dan UAV. 

Ledakan yang terdengar di berbagai wilayah negara itu bukan berasal dari serangan langsung, melainkan hasil dari operasi pencegatan di udara.

Di kota Fujairah, sebuah drone dilaporkan mendekati fasilitas milik perusahaan telekomunikasi “du”.

Di wilayah Musaffah, Abu Dhabi, puing dari rudal atau drone yang berhasil dicegat jatuh di area industri dan melukai seorang pekerja asal Ghana.

Meskipun tidak menimbulkan korban, insiden ini menambah daftar panjang target sipil dan infrastruktur yang berada dalam risiko.

Target Strategis

Serangan tidak hanya menyasar wilayah permukiman, tetapi juga infrastruktur vital.

Pada hari Minggu, fasilitas energi menjadi target utama.

Di UEA, kawasan industri Ruwais mengalami kebakaran di sebuah pabrik petrokimia setelah dihantam serangan drone.

Sementara di Kuwait, beberapa fasilitas penting terdampak, termasuk unit operasional Kuwait Petroleum Corporation yang mengalami kerusakan material berat.

Selain itu, kompleks Shuwaikh—yang menampung kementerian minyak dan kantor pusat KPC—juga menjadi sasaran serangan.

Tidak hanya itu, dua pabrik desalinasi dilaporkan mengalami kerusakan, yang berpotensi memengaruhi pasokan air bersih di negara tersebut.

Baca juga: Dubes Iran Blak-blakan Soal Nasib Kapal Tanker Indonesia di Selat Hormuz: Perlu Komunikasi Intensif

Media pemerintah Kuwait juga melaporkan bahwa sebuah drone menghantam kompleks kantor pemerintahan, menyebabkan kerusakan signifikan meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Serangan ini tidak hanya berdampak pada warga lokal, tetapi juga pekerja asing yang banyak berada di sektor industri Teluk. 

Seorang warga Mesir dilaporkan tewas dalam insiden sebelumnya di kompleks Habshan, Abu Dhabi, setelah terkena puing dari intersepsi.

Selain itu, beberapa warga Pakistan juga dilaporkan terluka. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut, menyoroti dimensi internasional dari konflik ini.

Eskalasi Konflik yang Lebih Luas

Serangan-serangan ini merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas antara Iran dan negara-negara yang bersekutu dengan Barat.

Kampanye militer yang berlangsung selama beberapa minggu terakhir disebut sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.

Pola serangan yang terus berulang, dengan target yang semakin luas dan strategis, menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi konfrontasi regional yang lebih besar.

Negara-negara Teluk kini berada dalam posisi siaga tinggi, dengan sistem pertahanan udara yang terus diaktifkan dan koordinasi keamanan yang diperkuat.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved