Iran Vs Amerika Memanas
Malaysia Bebas Lewat Selat Hormuz, Iran: Kami Takkan Lupa Siapa Teman Kami
Kelancaran jalur logistik ini tidak lepas dari dialog antara pemerintah Malaysia dan Iran melalui Anwar Ibrahim dan Masoud Pezeshkian
Ringkasan Berita:
- Kapal Malaysia pertama berhasil melintasi Selat Hormuz usai kesepakatan diplomatik Iran
- Perdana Menteri Anwar Ibrahim lakukan komunikasi langsung dengan Presiden Iran demi izin pelayaran
- Iran buka akses terbatas Selat Hormuz bagi kapal tanpa keterkaitan Amerika Serikat dan Israel
TRIBUNNEWS.COM - Kapal pertama milik Malaysia akhirnya berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman pada awal pekan ini.
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kedutaan Besar Iran di Malaysia menyusul adanya kesepakatan diplomatik antara kedua negara.
Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) pada Senin (6/4/2026), pihak Kedutaan Besar Iran menegaskan eratnya hubungan bilateral antara kedua negara menjadi hal yang mendasari kesepakatan dengan Negeri Jiran tersebut.
"Kami telah mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak melupakan teman-temannya. Kapal Malaysia pertama telah melewati Selat Hormuz," tulis pihak kedutaan dalam unggahan tersebut.
Melengkapi caption tersebut, Kedubes Iran untuk Malaysia menyertai unggahan tersebut dengan foto sebuah kapal milik Malaysia tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kelancaran jalur logistik ini tidak lepas dari intervensi tingkat tinggi antara pemerintah Malaysia dan Iran.
Anwar Ibrahim Telepon Langsung Presiden Iran
Sebelumnya pada hari Minggu (5/4/2026), Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa ia telah menggelar diskusi langsung dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Melalui diskusi tersebut, Malaysia akhirnya mendapatkan izin untuk melintas Selat Hormuz secara bebas tanpa halangan berarti.
Kebijakan ini pun menjadi angin segar bagi tujuh kapal Malaysia yang sebelumnya sempat terdampar di perairan tersebut.
"Saya memberi tahu Presiden Iran bahwa kapal-kapal kami masih terdampar di Selat Hormuz dan bahwa ini sangat penting untuk kebutuhan rakyat kami dan pasokan minyak nasional," ungkap Anwar seperti yang dikutip dari Bernama.
"Segera setelah panggilan telepon tersebut, ia menginstruksikan agar kapal-kapal Malaysia diberikan jalan," tambahnya saat berpidato dalam acara peluncuran Kolej Vokasional Pengerang di SMK Tanjung Pengelih, Pengerang, Johor.
Baca juga: Rute Baru Malaysia Airlines: Dari Teknologi hingga Budaya di Shenzhen, Changsha & Fukuoka
Berdasarkan data pelacakan dari LSEG dan Kpler, salah satu kapal yang mendapat izin lintas adalah kapal tanker Ocean Thunder.
Kapal yang memuat sekitar 1 juta barel minyak mentah Basrah Heavy dari Irak tersebut tercatat telah berlayar mendekati pantai Iran.
Kargo ini dimuat pada 2 Maret dan dijadwalkan akan bongkar muat di Pengerang, Malaysia, pada pertengahan April.