Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Mantan Analis CIA: Operasi Penyelamatan Pilot Cuma Kedok, Target AS Curi 400 Kg Uranium

Ukuran pasukan yang terlibat (dilaporkan 155 pesawat) tidak sesuai dengan misi untuk menyelamatkan seorang pilot AS.

Tangkap Layar BBC
SITUASI ISFAHAN - Tangkap layar Kota Isfahan di Iran. Kota ini dikelilingi gunung berbatu dan gurun, menjadi target serangan AS dan Israel karena menjadi lokasi fasilitas nuklir Iran. 

Mantan Analis CIA: Operasi Penyelamatan Pilot Cuma Kedok, Target AS Curi 400 Kg Uranium

 
TRIBUNNEWS.COM - Mantan analis badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, Larry Johnson, menyatakan kalau penyelamatan pilot AS, yang dipuji Presiden AS, Donald Trump sebagai kemenangan besar, sebenarnya adalah upaya untuk menutupi kegagalan operasi penyitaan uranium.

Johnson menegaskan kalau tujuan sebenarnya dari operasi militer besar-besaran AS di Iran bukanlah sekadar "menyelamatkan pilot yang hilang," seperti yang diumumkan secara resmi.

Baca juga: Iran Curiga Operasi Penyelamatan Pilot AS Cuma Kedok Pencurian Uranium yang Diperkaya

"Target utama operasi militer AS itu adalah upaya untuk menyita 400 kilogram uranium yang diperkaya yang disimpan dalam silinder khusus," kata Johnson dikutip dari Khrbn, Selasa (7/4/2026).

Johnson menggambarkan pernyataan resmi Trump sebagai "palsu dan menyesatkan".

Dia juga menekankan, ukuran pasukan yang terlibat (dilaporkan 155 pesawat) tidak sesuai dengan misi untuk menyelamatkan seorang pilot.

Johnson menunjukkan bahwa pasukan Amerika mendarat di lapangan terbang yang sepi di gurun, tetapi pasukan Iran mengepung mereka tak lama setelah operasi dimulai.

Dia menggambarkan perencanaan tersebut sebagai "kegagalan."

Dia menambahkan bahwa pasukan Iran menghancurkan dua pesawat angkut C-130 besar dan sebuah helikopter serang.

SIMPANG SIUR - Ilustrasi kursi pilot jet tempur yang melontarkan diri saat keadaan darurat. Kabar mengenai jatuhnya jet tempur F-15 E Amerika oleh sistem pertahanan Iran memicu spekulasi soal nasib sang pilot. Presiden AS, Donald Trump mengklaim kalau dua pilot, termasuk yang terakhir ditemukan, berhasil diselamatkan. Pernyataan ini dibantah Markas Besar Komando Militer Iran.
SIMPANG SIUR - Ilustrasi kursi pilot jet tempur yang melontarkan diri saat keadaan darurat. Kabar mengenai jatuhnya jet tempur F-15 E Amerika oleh sistem pertahanan Iran memicu spekulasi soal nasib sang pilot. Presiden AS, Donald Trump mengklaim kalau dua pilot, termasuk yang terakhir ditemukan, berhasil diselamatkan. Pernyataan ini dibantah Markas Besar Komando Militer Iran. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

Trump Puji CIA

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengatakan "kecerdasan" CIA berperan penting dalam menyelamatkan pilot Amerika yang pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Iran.

Berbicara pada konferensi pers Gedung Putih, Trump mengindikasikan kalau badan tersebut mendeteksi sesuatu yang bergerak menanjak di malam hari.

Ia menambahkan kalau CIA terus mengarahkan kamera pengawasan ke pilot tersebut selama 45 menit.

Hal ini menyiratkan kalau CIA memiliki kemampuan pengawasan rahasia, mungkin berupa drone atau satelit, untuk melacak pergerakannya.

Pernyataan itu dilontarkan Trump setelah Direktur CIA John Ratcliffe mengungkapkan bahwa badan tersebut telah melakukan "kampanye disinformasi yang sukses".

Decoy ini memberi waktu bagi pasukan AS untuk menyelamatkan seorang petugas sistem senjata dari pesawat F-15E Strike Eagle, yang telah melontarkan diri dari pesawat dan menjauh dari lokasi kecelakaan sementara pasukan Iran mati-matian mencarinya.

Ratcliffe menjelaskan kalau CIA menggunakan sumber daya manusia dan teknik yang tepat, dan petugas yang terluka ditemukan di celah gunung yang tidak terlihat oleh pasukan Iran.

Dia menekankan bahwa evakuasi yang berhasil tersebut mempermalukan dan menghina Iran karena keberhasilan operasi yang berani ini.

 

 

(oln/khbrn/*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved