Minggu, 19 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Curiga Operasi Penyelamatan Pilot AS Cuma Kedok Pencurian Uranium yang Diperkaya

Daerah tempat pilot Amerika itu diklaim berada di Kohgiluyeh dan Provinsi Boyer-Ahmad sangat jauh dari daerah tempat mereka mencoba mendarat

Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
SIMPANG SIUR - Ilustrasi kursi pilot jet tempur yang melontarkan diri saat keadaan darurat. Kabar mengenai jatuhnya jet tempur F-15 E Amerika oleh sistem pertahanan Iran memicu spekulasi soal nasib sang pilot. Presiden AS, Donald Trump mengklaim kalau dua pilot, termasuk yang terakhir ditemukan, berhasil diselamatkan. Pernyataan ini dibantah Markas Besar Komando Militer Iran. 

Iran Curiga Operasi Penyelamatan Pilot AS Cuma Kedok Pencurian Uranium yang Diperkaya

Ringkasan Berita:
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mempertanyakan operasi penyelamatan AS, mengatakan kalau itu cuma kedok.
  • Iran mencurigai AS berupaya mencuri uranium yang diperkaya.
  • Indikasi yang dilontarkan Baqei adalah daerah tempat pilot Amerika itu diklaim berada di Kohgiluyeh dan Provinsi Boyer-Ahmad sangat jauh dari daerah tempat pasukan AS mencoba mendarat.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Minggu (5/4/2026) menyatakan operasi penyelamatan anggota militer Amerika yang hilang di belakang garis musuh sejak Iran menembak jatuh sebuah jet tempur. 

Trump menggunakan media sosial untuk menulis, "Kami telah menyelamatkan anggota kru/perwira F-15 yang terluka parah dan sangat berani, dari jauh di dalam pegunungan Iran."

Baca juga: Sendirian di Gurun Iran, Cerita Penyelamatan Pilot AS: Insiden Black Hawk Down Nyaris Terulang

 
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (6/4/2026) menyampaikan cerita yang sama sekali berbeda.

Mereka mengklaim kalau operasi penyelamatan pilot yang jatuh oleh AS kemungkinan merupakan kedok untuk "mencuri uranium yang diperkaya" dari negara tersebut, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita AFP.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mempertanyakan operasi AS tersebut dengan mengatakan:

“Daerah tempat pilot Amerika itu diklaim berada di Kohgiluyeh dan Provinsi Boyer-Ahmad sangat jauh dari daerah tempat mereka mencoba mendarat atau ingin mendaratkan pasukan mereka di Iran tengah.”

"Kemungkinan bahwa ini adalah operasi penipuan (decoy operation) untuk mencuri uranium yang diperkaya sama sekali tidak boleh diabaikan," kata Baqaei lebih lanjut.

Dia juga menyebut operasi AS untuk menyelamatkan pilot tersebut sebagai "bencana" bagi Amerika Serikat.

2 pesawat tempur AS yang ditembak Iran kemarin, Jet F-15E Strike Eagle (atas) dan A-10 Thunderbolt II (bawah).
2 pesawat tempur AS yang ditembak Iran kemarin, Jet F-15E Strike Eagle (atas) dan A-10 Thunderbolt II (bawah). (Tribunnews.com/Kolase Foto Angkatan Udara AS)

Bagaimana Operasi Penyelamatan itu terjadi?

Dilaporkan, Pesawat tempur F-15E Strike Eagle ditembak jatuh di atas Iran selatan pada Jumat (3/4/2026), insiden pertama sejak dimulainya perang.

Meskipun pilot pertama telah diselamatkan oleh pasukan AS sebelumnya, pilot kedua, tepatnya ahli persenjataan di jet tempur berpangkat kolonel, masih hilang di wilayah Iran, sementara pasukan Amerika dan Iran berlomba untuk menemukannya.

Ratusan pasukan khusus dan puluhan pesawat tempur, helikopter, serta kemampuan intelijen siber, antariksa, dan lainnya dari AS dikerahkan untuk menyelamatkan anggota kru tersebut, lapor New York Times.

Pasukan AS terlibat baku tembak dengan konvoi Iran.

Dua pesawat angkut yang seharusnya membawa pasukan komando dan awak pesawat ke tempat aman terjebak di pangkalan terpencil di Iran, setelah itu mereka memutuskan untuk menerbangkan tiga pesawat baru untuk mengevakuasi seluruh personel militer AS dan awak pesawat.

Mereka meledakkan dua pesawat yang rusak untuk mencegahnya jatuh ke tangan Iran.

 

 

(oln/*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved