Selasa, 14 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Media Israel Sebut Sistem Politik Iran Tetap Stabil, Program Nuklir Terus Berjalan Walau Dibom

Media Israel Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Sebagai "Penyerahan Strategis" Washington dan Tel Aviv.

 

Ringkasan Berita:
  • Harian Israel Maariv merilis laporan tajam.
  • Menyebut akhir perang 40 melawan Iran sebagai kekalahan telak bagi aliansi Amerika Serikat (AS)-Israel.
  • Meskipun dihujani pemboman intensif, rezim Iran tetap utuh dan berhasil mendiktekan syarat-syarat gencatan senjata mereka sendiri.

 

TRIBUNNEWS.COM - Perang selama 40 hari antara aliansi Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran dilaporkan berakhir dengan hasil yang jauh dari target awal. 

Harian Israel, Maariv, menyebut kesepakatan gencatan senjata yang baru saja dicapai bukan sekadar penghentian permusuhan AS-Israel Vs Iran.

Melainkan sebuah penyerahan strategis oleh pihak Washington dan Tel Aviv.

Menurut laporan tersebut, superioritas Iran terlihat jelas selama konfrontasi berlangsung di medan perang.

Menurut Maariv, upaya militer untuk meruntuhkan kepemimpinan Iran, termasuk menargetkan Pemimpin Revolusi Islam Ali Khamenei, terbukti gagal total, mengutip Al Mayadeen, Rabu (8/4/2026)

Dituliskan dalam laporan:

“Sistem politik Teheran tetap stabil, dan program nuklir mereka terus berjalan tanpa hambatan berarti meskipun gelombang pemboman terus terjadi.”

Kerugian Israel

Maariv juga menuliskan bahwa Israel mengalami kerugian dalam perangnya melawan Israel.

Dampak internal bagi Israel pun dilaporkan sangat parah. 

Konfrontasi ini menyebabkan kelumpuhan ekonomi di Israel yang hampir total.

Penutupan bandara-bandara utama, serta kerusakan pada lebih dari 5.000 bangunan akibat gempuran rudal dari berbagai front, termasuk Yaman dan Lebanon. 

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved