Kamis, 9 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Iran 'Sukses' Menyandera Perekonomian Global, Indonesia Ikut Kena 'Getahnya'

Iran 'sukses mengacak-acak' perekonomian global dengan stagnannya suplai minyak dunia ke berbagai negara.

Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Lita Febriani
PLASTIK MAHAL - Harga plastik mulai merangkak naik sejak sebelum Lebaran 2026. Plastik dan toko penjualan plastik di Pasar Musyawarah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (3/4/2026). Kenaikan harga plastik disebabkan oleh situasi panas di Timur Tengah, sehingga 70 nafta atau bahan baku plastik tidak bisa keluar dari Timur Tengah. (Tribunnews.com/Lita Febriani). 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut gencatan senjata yang 'rapuh' selama dua minggu antara AS dan Iran sebagai kemenangan total dan lengkap.

Namun gencatan senjata tersebut menyoroti bagaimana Iran telah menggunakan kendali atas Selat Hormuz untuk mendapatkan pengaruh besar atas ekonomi global.

Ya, Iran 'sukses mengacak-acak' perekonomian global dengan stagnannya suplai minyak dunia ke berbagai negara.

Perekonomian sejumlah negara dunia juga ikut 'tersandera' karena Iran menutup Selat Hormuz, sebuah terusan di Teluk Persia yang dilalui 20 persen kapal tanker pengangkutan minyak dunia.

Eekonomi dunia telah tersandera karena Selat Hormuz.

Sejumlah negara dunia terpaksa menaikkan harga BBM, membatasi penggunaan energi, dan berdampak pada inflasi atau kenaikan harga barang dan kebutuhan pokok gara-gara pasokan minyak terhalang penutupan Selat Hormuz Iran.

“Iran tidak membutuhkan kekuatan militer yang besar untuk menyebabkan gangguan besar dalam perekonomian global,” kata Pakar Energi Brookings, Samantha Gross, dikutip dari CNN.

DITUTUP - Iran menutup Selat Hormuz buntut perang melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel. TRIBUNNEWS
DITUTUP - Iran menutup Selat Hormuz buntut perang melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel. TRIBUNNEWS (TRIBUNNEWS/)

Gencatan senjata membuat perekonomian lega?

Investor serta pedagang saham dan ritel menyambut baik gencatan senjata AS dan Iran yang diumumkan kemarin.

Meskipun para analis memperingatkan bahwa kekhawatiran akan pasokan minyak global belum hilang.

Harga minyak mentah langsung anjlok 15-20 persen begitu gencatan senjata diumumkan dan sejumlah pasar saham di berbagai belahan dunia menghijau.

“Ada rintangan signifikan yang harus diatasi sebelum perjanjian gencatan senjata antara AS, Israel, dan Iran dapat diterjemahkan menjadi akhir yang langgeng bagi perang,” Neil Shearing, kepala ekonom di Capital Economics, memperingatkan dalam sebuah catatan.

“Bagi pasar, isu yang paling penting tetaplah status Selat Hormuz," katanya.

Baca juga: Prancis Dilanda Panic Buying, Ratusan SPBU Seantero Negeri Kehabisan Stok Diserbu Warga

Masih belum jelas apakah pengiriman minyak akan kembali normal sepenuhnya melalui Selat Hormuz.

Sebab Iran dilaporkan menghentikan lalu lintas setelah Israel menyerang Lebanon.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved