Iran Vs Amerika Memanas
AS-Israel dan Iran Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata, Pakistan Turun Tangan
AS-Israel dan Iran saling tuduh adanya pelanggaran gencatan senjata. Pakistan memberi peringatan kepada semua pihak agar menahan diri.
Ringkasan Berita:
- Pakistan menerima laporan pelanggaran gencatan senjata dua minggu antara AS, Israel, dan Iran, serta mendesak semua pihak menahan diri.
- Iran menuding pelanggaran terjadi setelah menembak jatuh drone Israel dan memperingatkan akan merespons tegas.
- Di sisi lain, Iran juga dituduh terus menyerang fasilitas militer AS di negara-negara Arab.
- Ketegangan ini berdampak pada Selat Hormuz, di mana Iran membatasi pelayaran meski sebelumnya sepakat membukanya.
TRIBUNNEWS.COM - Pakistan menerima laporan pelanggaran gencatan senjata sementara selama dua minggu yang disepakati oleh Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pelanggaran gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah dilaporkan, dan menyerukan semua pihak untuk menghormati gencatan senjata tersebut.
"Pelanggaran gencatan senjata telah dilaporkan di sejumlah lokasi di seluruh zona konflik, yang merusak semangat proses perdamaian," kata Shehbaz Sharif menulis di platform X, Rabu (8/4/2026).
"Saya dengan tulus mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghormati gencatan senjata selama dua minggu, sebagaimana telah disepakati, agar diplomasi dapat memainkan peran utama dalam penyelesaian konflik secara damai," lanjutnya.
Perlu dicatat bahwa Pakistan memainkan peran penting dalam menengahi gencatan senjata antara Iran dan AS.
Laporan Pelanggaran Gencatan Senjata
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan sebuah pesawat tak berawak Hermes buatan Israel ditembak jatuh saat terbang di atas kota Lar di selatan, dan memperingatkan adanya pelanggaran gencatan senjata.
"Beberapa menit yang lalu, sebuah drone canggih Hermes 900 dicegat dan dihancurkan di langit Lar di provinsi Fars oleh tembakan dari sistem pertahanan udara canggih Garda Revolusi," kata IRGC dalam pernyataannya yang disiarkan televisi Iran, Rabu.
Pernyataan tersebut mengindikasikan masuknya segala jenis pesawat AS atau Israel ke wilayah udara Iran, bahkan tanpa melakukan operasi militer, merupakan pelanggaran gencatan senjata dan akan ditanggapi dengan tegas.
Sementara itu sejumlah media melaporkan Iran terus melancarkan berbagai serangan yang menargetkan fasilitas militer AS di sejumlah negara Arab termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain.
Baca juga: Iran Bersikeras Masukkan Lebanon dalam Gencatan Senjata, AS Menolak
Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menyetujui gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan.
Gencatan senjata sementara itu merupakan sebuah langkah yang diharapkan dapat mengakhiri perang selama 40 hari dan menewaskan setidaknya 1.900 orang di Timur Tengah.
Selain itu Iran berkomitmen membuka Selat Hormuz, jalur maritim penting, segera setelah gencatan senjata sementara disepakati.
Trump mengumumkan kesepakatan itu pada Selasa malam, hanya dua jam sebelum tenggat waktu yang telah ia tetapkan bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi kehancuran total peradabannya.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan ia telah mengundang delegasi Iran dan Amerika untuk bertemu di Islamabad pada hari Jumat (11/4/2026) untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian formal pertama sejak dimulainya perang.
Ia menambahkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah mengkonfirmasi partisipasinya dalam pembicaraan ini, seperti diberitakan Al Arabiya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sh3hbaz-Sh4rif-34534534.jpg)