Kamis, 4 Juni 2026

Usai UNIFIL Indonesia, Giliran UNIFIL Italia yang Diserang Israel saat Konvoi Logistik

Israel kembali menyerang pasukan perdamaian PBB atau UNIFIL. Setelah pasukan dari Indonesia, giliran prajurit dari Italia jadi sasaran.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Setelah melakukan serangan ke pasukan UNIFIL asal Indonesia, Israel kini menyerang pasukan perdamaian PBB dari Italia.
  • Menurut laporan dari Kementerian Pertahanan Italia, serangan terjadi ketika pasukan tengah menjaga konvoi logistik untuk dikirimkan ke Beirut.
  • Imbas dari serangan tersebut, pemerintah Italia memanggil duta besar Israel untuk menuntut penjelasan.

TRIBUNNEWS.COM - Israel kembali menyerang pasukan perdamaian PBB atau Uniterd Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Rabu (8/4/2026).

Sebelumnya anggota UNIFIL asal Indonesia menjadi korban serangan Israel yakni Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.

Ia gugur setelah terkena artileri Israel saat menunaikan shalat Isya di markas UNIFIL di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026) lalu.

Kini, serangan Israel menyerang pasukan UNIFIL dari Italia.

Menurut keterangan dari Kementerian Pertahanan Italia, dikutip dari Reuters, serangan dilakukan ketika anggota UNIFIL dari Italia tengah mengawal konvoi logistik dari Kota Shamaa ke Beirut.

Baca juga: Iran Desak AS Tegakkan Gencatan Senjata: Termasuk Stop Serang Lebanon

Saat perjalanan baru sekitar dua kilometer, militer Israel melepaskan tembakan peringatan. 

Pasca tembakan peringatan tersebut, konvoi pun berhenti dan berujung batal mengirim logistik. Pasukan UNIFIL dari Italia itu lantas kembali ke pangkalan.

Pasca serangan tersebut, pemerintah Italia langsung memanggil duta besar Israel untuk menuntut penjelasan.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menegaskan bahwa militer Israel 'tidak berwenang untuk menyentuh' pasukan UNIFIL dari Italia.

Dia juga mengatakan meski tidak ada korban jiwa atau luka, kendaraan yang digunakan untuk menyalurkan logistik mengalami kerusakan.

"Tembakan peringatan Israel telah merusak salah satu kendaraan kami. Untungnya, tidak ada yang terluka," katanya saat berpidato di Majelis Rendah Parlemen Italia.

Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni juga mengecam serangan Israel tersebut.

"Sangat tidak dapat diterima bahwa personel yang beroperasi di bawah bendera PBB ditempatkan dalam risiko akibat tindakan tidak bertanggung jawab seperti hari ini (kemarin), yang jelas-jelas melanggar Resolusi PBB 1701," katanya dikutip dari akun X pribadinya.

Lebih lanjut, Meloni menyerukan agar perang di Lebanon dihentikan dengan mengacu pada gencatan senjata antara AS dan Iran.

"Serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon, yang telah mengakibatkan terlalu banyak korban jiwa dan jumlah pengungsi yang tidak dapat diterima, harus dihentikan segera," tegasnya.

Baca juga: Eks Anggota UNIFIL: Penugasan di Lebanon Sangat Berisiko Tinggi

Temuan PBB soal Gugurnya 3 Prajurit TNI UNIFIL

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved